TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Demo menolak proyek tol Serpong-Cinere yang melintasi Situ Sasak, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel) untuk ke empat kalinya dilakukan sejumlah warga dan aktivis Tangsel. Demo yang digelar di Balaikota Tangsel, Kamis (22/3) ini sempat diwarnai dengan aksi baku hantam dan tarik menarik keranda mayat oleh pendemo. “Kalau mau transaksi jual beli atau tawar menawar silahkan ke pasar induk atau pasar jongkok saja,” ungkap Nurhafiz Fidon, koordinator pendemo.

Setiap terdengar suara tiupan peluit para aktivis kompak melayangkan kartu merah yang ditujukan untuk Pemerintah Kota Tangsel. Selanjutnya para aktivis membakar keranda mayat. Kobaran api membesar karena rakitan keranda mayat sebagai simbol kematian itu terus disiram bahan bakar minyak.

Nurhafidz menegaskan, menolak upaya mediasi yang telah coba dilakukan pemerintah daerah setempat dan PT Cinere Serpong Jaya selaku pengelola jalan tol. OKP Ganespa beranggapan tidak ingin terlibat dalam konspirasi perusakan kelestarian lingkungan hidup. “Pemerintah telah terlibat dalam perusakan lahan konservasi dan daerah resapan air di Situ Sasak, Pamulang. Data yang dikantongi OKP Ganespa terlihat ada perubahan rencana awal siteplan proyek pembangunan Tol Serpong-Cinere,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Dalops Satpol PP Kota Tangsel, Taufik Wahidin, mencoba menawarkan aktivis bertemu dengan Asisten Daerah I, Rahmat Salam yang menunggu di dalam gedung pusat pemerintahan. Tapi tawaran tersebut langsung ditolak. “Kemarin kami sudah diterima staf ahli. Ahli tipu-tipu,” cetusnya diikuti sorakan dan tawa para aktivis. (nov)