Bandara Tebelian Tingkatkan Konektivitas Masyarakat Borneo Barat

SINTANG (Bisnis Jakarta) – Komitmen pemerintah untuk terus membangun daerah tertinggal, terluar dan tedepan direalisaaikan dengan pembangunan sejumlah bandara di wilayah perbatasan. Inilah bentuk konkret kehadiran negara di tengah masyarakat perbatasan.

Teranyar, dalam waktu dekat ini Presiden Joko Widodo direncanakan meresmikan bandara Tebelian di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia. Bandara yang akan menggantikan bandara Susilo ini diyakini dapat meningkatkan konektivitas masyarakat Borneo Barat untuk menjangkau kota-kota besar khususnya di Pulau Jawa. “Disini (beberapa kabupaten sekitar-red) banyak pendatang dari Jawa dan banyak pula anak-anak mereka yang sekolah ke Jawa,” kata Kepala Bandara Tebelian, Ketut Gunarsa saat menerima rombongan presstour di Sintang, Kamis (22/3).

Pria asal Kota Denpasar ini memastikan, saat ini fasilitas penerbangan baik dari sisi darat dan udara sudah terpasang dengan baik. Bahkan dalam waktu dekat ini akan dilakukan ujicoba untuk memastikan semuanya sudah berjalan baik. Bahkan sekarang runway sedang diperpanjang agar nantinya bandara Tebelian bisa didarati pesawat jenis Boeing.

Bandara Tebelian yang terletak di Kabupaten Sintang, Kalbar rencananya dioperasikan pada tanggal 26 April 2018 mendatang. Saat ini, Bandara Tebelian telah siap untuk didarati pesawat jenis ATR. Apron Bandara Tebelian seluas 220 m x 60 m juga mampu menampung 4 pesawat secara bersamaan.

Bandara Tebelian merupakan bandara relokasi dari Bandara Susilo. Jarak Bandara Susilo ke Bandara Tebelian sekitar 13 km ke arah barat. Dibanding Bandara Susilo, fasilitas Bandara Tebelian lebih diatas dari Bandara Susllo baik dari segi landasan pacu dan luas bandara. Panjang landasan pacu Bandara Tebelian 1.660 meter dengan lebar 30 meter dan tahun 2018 ini akan diperpanjang lagi menjadi 1.800 meter. Sedangkan luas Bandara Tebelian adalah 2.400 meter persegi.

Gunarsa menambahkan, persiapan secara internal untuk operasional bandara telah dilakukan dengan berbagai pihak. Dengan airline, meteorologi, dan airnav sudah dilakukan beberapa kali rapat. Sehingga secara internal pihaknya sudah mempersiapkan diri untuk operasional Bandara Tebelian sesegera mungkin. Sehingga ketika secara resmi dioperasionalkan tidak mengalami hambatan yang berarti. “Kemarin teman-temen dari meterolgi juga sudah membackup. Mereka sudah ready memiliki peralatan seperti pengamatan cuaca. Teman-teman dari airnav juga sudah mensetting satu alat untuk menghandle pesawat. Alat komunikasi ke pesawat juga sudah disetting,” ujar Gunarsa.

Gunarsa juga mengungkapkan, untuk memberikan keamanan dan kenyamanan saat ini juga sudah terpasang alat deteksi atau X Ray baik untuk penumpang atau barang bawaan ketika memasuki bandara. Saat ini juga sedang disinkronkan dengan genset sehingga ketika suplay listrik dari PLN terganggu maka secara otomatis genset bekerja. Pasokan air juga sudah terpenuhi. Bahkan untuk menjaga kualitas air di Bandara Tebelian terjaga baik, pihaknya telah berkoordinasi dengan PDAM. “Secara kesiapan untuk kebutuhan air di bandara sudah siap. Tahun ini kita juga akan membuat sumur bor sehingga bisa mencover kebutuhan air di bandara. Kedepannya juga akan dibuat ground tank sehingga air tetap akan ready,” papar Gunarsa.

Untuk menyempurnakan persiapan, sambung Gunarsa, pada 27 April lusa juga akan ujicoba atau simulasi internal dengan airline, airnav dan lainnya. Semua akan diujicobakan layaknya bandara telah operasional secara sungguhan. Hasil ujicoba akan dilaporkan sehingga dari pihak Direktorat Teknis Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bisa memberikan penilaian bahwa Bandara Tebelian benar-benar telah siap dioperasikan. “Jika telah dioperasionalkan maka dari aspek pertumbuhan dan perkembangan jumlah penumpang juga lebih cepat dibandingkan dengan Bandara Susilo,” paparnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sintang Yosepha Hasnah menyambut gembira rencana peresmian Bandara Tebelian. Apalagi operasional Bandara Tebelian telah ditunggu-tunggu masyarakat dari tiga kabupaten yaitu Sekadau, Melawi, dan Sintang. Ia juga memastikan bahwa lahan untuk memperluas bandara agar nantinya bisa didarati pesawat berbadan besar sudah dibebaskan.

Yosepha juga menuturkan, Bandara Tebelian juga akan menjadi alternatif jika Bandara Supadio, Pontianak tidak bisa didarati pesawat ketika cuaca buruk. Karena selama ini jika cuaca buruk di Pontianak maka pesawat dialihkan ke Palembang atau kembali ke bandara asal. Selain itu Bandara Tebelian nantinya juga bisa dimanfaatkan untuk embarkasi haji.

Yosepha berharap, pembukaan Bandara Tebelian nantinya berdampak positif bagi pengembangan wilayah dan peningkatan ekonomi daerah. Apalagi banyak potensi sumber daya alam di Kabupaten Sintang ini. “Selama ini aksesibilitas menjadi kendala utama dalam pengembangan potensi sumber daya alam Kabupaten Sintang,” tuturnya. (son)