JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Menjelang pelantikan sebagai Wakil Ketua MPR RI, Senin (26/3/218), Muhaimin Iskandar dan Ahmad Basarah berziarah ke makam mantan Ketua MPR Taufiq Kiemas di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Minggu (25/3) kemarin.

Selain ziarah, pimpinan MPR RI baru itu juga menjalani gladi bersih pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan. Sesuai kesepakatan dalam rapat gabungan, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI mengagendakan Sidang Paripurna MPR RI dalam rangka Penetapan dan Pengucapan Sumpah/Janji Pimpinan MPR RI tambahan di Gedung Nusantara Utama, Kompleks Parlemen RI.

Disepakati tiga penambahan kursi Wakil Ketua MPR RI yaitu untuk Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Fraksi Partai Gerindra. Ketiga fraksi tersebut telah mengajukan nama kadernya untuk menduduki kursi Wakil Ketua MPR RI yaitu Ahmad Basarah (Fraksi PDIP), Ahmad Muzani (Fraksi Gerindra), dan A. Muhaimin Iskandar (Fraksi PKB).

Ahmad Basarah mengatakan ziarah ke makam Taufiq Kiemas dilakukan karena peran Taufiq Kiemas saat masih menjadi anggota MPR maupun ketika menjabat Ketua MPR periode 2009-2014, khususnya dalam mengamandemen Undang-Undang Dasar 1945. Mengenai tugas baru yang akan diembannya, Basarah mengatakan, ia akan melanjutkan tugas-tugas dari pimpinan MPR sebelumnya. “Ini adalah tugas amanah ideologis dari PDIP,” ujarnya.

Sebagai pimpinan MPR RI, Basarah memastikan ikut mendukung tanggungjawab MPR yang diamanatkan UUD1945 hasil amandemen keempat yaitu penguatan sistem ketatanegaraan dan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI. Pimpinan MPR baru ke depan juga akan bersinergi dengan ?Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang telah dibentuk Presiden Jokowi melalui Perpres Nomor 7 Tahun 2018. Basarah berharap koordinasi keduanya semakin mengoptimalkan tanggung jawab negara untuk membina kesadaran dan kedaulatan serta ketahanan ideologi bangsa.

“MPR RI akan senantiasa menjadi rumah kebangsaan yang nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia yang majemuk dari berbagai macam Agama, Suku, Ras dan Antargolongan,” katanya. Sementara itu, selang beberapa jam, Ketua Umum Muhaimin Iskandar yang mengenakan kemeja berwarna merah mengatakan ziarah dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap sesepuh PDIP.

Muhaimin yang juga anggota DPR RI periode 2014-2019 dan telah diusung partainya sebagai calon wakil presiden (cawapres) ini tidak menampik ziarah ke makam Taufik Kiemas juga sebagai upaya untuk merangkul kelompok lain di luar PKB, termasuk PDIP. “Tentu sebagai bakal cawapres, tentu saya harus merangkul, menerima dan menjadi bagian dari kekuatan seluruh yang ada di Indonesia, umat Islam, PDIP, marhaenis, semua,” kata politisi yang kerap dipanggil Cak Imin ini. (har)