DEPOK (Bisnis Jakarta) – Sedikitnya 40 perusahaan diklaim turut berpartisipasi menyediakan formasi lowongan kerja (loker) sekitar 3.070 untuk pelamar berijazah SMA dalam Bursa Kerja tahun ini, di D’mall, Margonda Kota Depok. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok, Diah Sadiah mencatat pengunjung Bursa Kerja 2018 telah mencapai 500 pencari kerja di hari pertama. Meski dalam bursa kerja menyediakan formasi loker cukup banyak pihaknya tetap mengimbau agar mengutamakan warga Depok. “Pengunjung yang mencari kerja terus bertambah, diharapkan dapat terserap seluruh para pencari kerja. Khususnya warga Depok,” ujar Kepala Disnaker dalam keterangan resminya. Senin (26/03).

Pihaknya juga mengaku turut menyediakan pelayanan gratis pembuatan AK1 (kartu kuning). Sedangkan jenis formasi yang tersedia, didominasi tenaga marketing dan pelayanan. Sebab menurutnya, Kota Depok bukan kota industri, melainkan perdagangan dan jasa. “Semoga, pencari kerja dapat memcoba dulu, dan tidak mensia-siakan kegiatan ini,” katanya.

Sementara itu, dalam sambutannya Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengimbau kepada pemilik perusahaan yang berada di wilayah Kota Depok, untuk mengakomodir tenaga kerja lokal ber-KTP Depok agar angka pengangguran di Depok berkurang tiap tahunnya. “Kami (Pemerintah Kota Depok) mewajibkan perusahaan yang baru melakukan perizinan, untuk mengutamakan tenaga kerja dari Depok. Terkecuali perusahaan eksisting,” ujarnya.

Idris juga mengklaim, Pemerintah Kota Depok telah membuat perjanjian kesepahaman (MoU), beberapa perusahaan baru untuk mengutamakan tenaga kerja warga Kota Depok. Pihaknya mencatat, saat ini sudah 80 persen tenaga kerja teknis terserap pada perusahan yang sudah sesuai dengan perizinan. “Depok sendiri, memang paling banyak tenaga teknis, sedangkan tenaga profesional kurang lebih 20 persen yang sudah terserap di perusahaan,” jelasnya. (jif)