Jakarta ( Bisnis Jakarta ) – Timnas balap sepeda disiplin down hill berpeluang besar merebut medali emas pada Asian Games 2018 Jakarta-Palembang mengingat Indonesia memiliki pebalap berpengalaman dan sudah banyak menorehkan prestasi internasional.

Kepala Bidang Pelombaan PB ISSI Parama Nugroho di Jakarta, Rabu mengatakan demi menjaga peluang, pebalap Indonesia yang saat ini menjalani pelatnas di Malang dan Baru terus diberikan program terukur serta memperbanyak turun dikejuaraan.

“Memang benar. Dibandingkan disiplin track dan road race, down hill memang sangat berpeluang. Apalagi kita akan bermain di kandang sendiri. Semoga peluang ini bisa dimanfaatkan dengan baik,” katanya.

Untuk menghadapi Asian Games 2018, PB ISSI saat ini menggembleng lima pebalap andalan yaitu Popo Ario Sejati, Hildan Afosma Katana dan Khoiful Mukhib untuk putra dan Nining Purwoningsih dan Tiara Andini Prastika untuk sektor putri.

Meski peluang terbuka, pria yang akrab dipanggil Nunung itu tetap meminta pebalap Indonesia mewaspadai pergerakan calon lawan. Pebalap Thailand, Taiwan dan Jepang hingga saat ini menjadi pantauan khusus karena selama turun dikejuaraan di Asia selalu mereka yang menjadi pesaing.

“Tiara saat ini berada diposisi 13 besar dunia. Begitu juga dengan pebalap lain yang mempunyai peringkat cukup tinggi. Ini harus bisa dimaksimalkan,” kata pria yang juga penggagas kejuaraan Indonesia Down Hill (IDH) itu.

Sebelum turun di Asian Games 2018, Popo Ario Sejati akan diuji di IDH 2018 seri pertama di Bukit Hijau, Bantul Yogjakarta, 21-22 April. Pada kejuaraan ini andalan Indonesia itu akan bersaing dengan pebalap Jepang, Taiwan, Thailand, Ceko hingga Portugal.

“IDH 2018 sebenarnya ada lima seri. Tapi khusus pebalap timnas hanya akan turun di seri pertama. Mereka sudah punya program sendiri hingga Asian Games. Sebenarnya seri dua di Batu tanggal 4-5 Agustus. Tapi kami melihat waktunya tidak tepat karena Asian Games dimulai 18 Agustus,” kata menjelaskan.

Nunung menambahkan, IDH 2018 merupakan kejuaraan kalender UCI. Untuk balapan di Bantul, Khe Bun Subang, 22-23 September dan di Bukit Cenik Paralayang Wonogiri, 13-14 Oktober merupakan level C2. Sedangkan untuk level C1 di Klenuk Hill Batu, 4-5 Agustus dan di Ternadi Bike Park Kudus Jawa Tengah, 3-4 November.

Sementara itu salah satu pebalap nasional Khoiful Mukhib mengatakan IDH merupakan modal untuk menghadapi Asian Games 2018. Pihaknya menilai IDH sangat tepat untuk menguji kemampuan setelah sebelumnya digembleng di pelatnas.

“Harapan kami ini bisa menjadi modal. Tapi sesuai dengan program, kami juga akan menjalani pemusatan latihan di luar negeri,” kata pebalap asal Jepara, Jawa Tengah itu.(ant)