TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Mulai bulan April 2018, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjalankan program bedah rumah. Pemberian bantuan bagi warga miskin tersebut, tahun ini skemanya diubah menjadi swakelola dari sebelumnya yang dilakukan melalui sistem lelang. “Bedah rumah tahun ini melalui swakelola yang melibatkan lingkungan bersama Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM). Ini lebih efektif dibanding pola tender. Proses lelang saja bisa memakan waktu 3 bulan, bangun 2 bulan jadi cukup lama. Dengan melibatkan BKM nanti tidak menggunakan lelang langsung ditangani oleh BKM,” ungkap Kabid Permukiman pada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Tangsel, Carsono.

Lebih lanjut Carsono mengatakan penyaluran dana, bakal dibagi menjadi tiga termin. Pada termin pertama 40 persen ditransfer ke rekening atas nama lembaga BKM. Nantinya, BKM menyampaikan kepada DPKPP apa saja proses pembangunan yang dilaksanan.

Setelah selesai laporan, termin kedua sebesar 40 persen dicairkan melalui transfer ke BKM untuk dana penyelesaian pembangunan. Pada termin ketiga, ditransfer sisanya sebesar 20 persen. Diketahui, untuk per unit rumah mendapat bantuan Rp70 juta. “Jika ada rumah yang dibedah sudah punya listrik dan air maka anggaran dialihkan ke volume yang lain supaya mencapai tujuh puluh juta rupiah. Aturannya bedah rumah ini dari mulai rumah hingga penyediaan air serta listrik,” ujarnya.

Rencananya, program bedah rumah yang dimulai bulan April ini diharapkan sudah rampung sebelum Lebaran 2018. “Kalau prosesnya lancar awal April ini, bisa dimulai selama dua bulan sehingga sebelum lebaran sudah selesai. Kita salah satu prototipe bagus bukan hanya renovasi tapi renovasi berat membangun total,” pungkasnya. (nov)