Seoul ( Bisnis Jakarta ) – Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach menemui pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan menyampaikan bahwa IOC siap bekerja sama dengan negara itu dalam partisipasinya pada Olimpiade Tokyo 2020, demikian laporan kantor berita Korut KCNA, Sabtu.

Bach berkunjung ke Pyongyang pada Kamis, setelah partisipasi Korut dalam Olimpiade Musim Dingin 2018 di Pyeongchang, Korsel, telah membantu mencairkan ketegangan di semenanjung Korea.

Dalam pertemuan hari Jumat itu Bach menyampaikan apresiasinya kepada pemimpin Korut sehingga Olimpiade Musim Dingin itu menjadi “simbol perdamaian”, kata KCNA.

Atlet-atlet Korut dan Korsel berdefile bersama di bawah bendera semenanjung pada acara pembukaan di Pyeongchang, dan ketegangan kedua Korea makin menurun sejak digelarnya Olimpiade Musim Dingin pada 9-25 Februari itu.

Kim juga berterima kasih kepada IOC atas dukungan dan kerja samanya tanpa ada tendensi dan persyaratan politik apa pun.

Ia berharap hubungan IOC dan Komite Olimpiade Korut tetap berlanjut untuk mengembangkan dan meningkatkan olahraga Korut.

Seorang pejabat dari Kementerian Unifikasi Korsel mengatakan, pihaknya memberi perhatian pada laporan KCNA namun belum mau berkomentar.

Bach yang menerima undangan dari Korut pada Februari lalu, mengatakan bahwa pada Olimpiade Musim Dingin itu ia menyaksikan bahwa olahraga sebagai jalan untuk meredakan ketegangan politik.

Setelah kunjungan kejutan Kim Jong Un ke Beijing untuk bertemu dengan Presiden China Xi Jinping, keterlibatannya dalam komunitas internasional memunculkan spekulasi bahwa ia kemungkinan akan mencoba menemui pemimpin dunia lainnya pada pertemuan puncak 27 April mendatang dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Korut dan Korsel sejak Olimpiade Pyeongchang Februari lalu telah memulai langkah signifikan untuk meredakan ketegangan, dan mereka pun menetapkan menggelar pertemuan puncak pertama sejak lebih dari satu dekade pada 27 April mendatang.(ant)