Ada Potensi Tsunami Besar, DPR Minta Pemerintah Tak Abaikan Peringatan BMKG

JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengingatkan pemerintah tidak mengabaikan peringatan dari Balai Pengkajian Dinamika Pantai Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang memprediksi bahwa terdapat potensi tsunami setinggi 57 meter di wilayah Pantai Selatan Jawa yang dipicu dari gempa megathrust di Selatan Jawa dan Selat Sunda namun belum dapat dipastikan kapan akan terjadi.

“DPR mendorong Kementerian Sosial bersama dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk mensosialisasikan pemahaman, simulasi dan kesiapsiagaan tanggap bencana, mengingat Indonesia termasuk dalam jalur Ring of fire,” tegas Ketua PR Bambang Soesatyo di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (4/4).

Ketua DPR juga meminta Komisi VII DPR mendorong BPPT dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia untuk menjelaskan tentang prediksi potensi tsunami tersebut agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Ia juga mengimbau Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terus mengupdate informasi tentang potensi-potensi gempa maupun tsunami yang mungkin akan terjadi, serta mengantisipasi dengan memberikan peringatan dini secara cepat dan tepat, mengingat besaran skala gempa diprediksi mencapai 8,8 magnitudo yang bahkan lebih besar dibandingkan gempa di Aceh tahun 2004 silam.

“Masyarakat juga selalu waspada dan mengikuti arahan serta informasi dari Pemda dan BPBD setempat, dengan mengikuti petunjuk-petunjuk untuk melakukan evakuasi,” pesannya. Bamsoet, panggilan Bambang Soesatyo, juga meminta komisi DPR terkait tu Komisi II DPR dan Komisi VIII DPR mendorong wilayah yang diprediksi akan terkrna dampak langsung apabila kajian dari peneliti BMKG ini terbukti.

“Pemerintah DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk menyiapkan langkah-langkah mitigasi gempa dengan segera menetapkan kebijakan mitigasi, dan melakukan audit bangunan, seperti gedung-gedung tinggi secara menyeluruh yang rentan terhadap gempa, guna meminimalisasi jatuhnya korban dan kerusakan akibat gempa,” tandasnya. (har)