BERI KETERANGAN - CEO Taruma City, Franky M Martono (tengah) memberi keterangan kepada media didampingi Alvino dari Kadin Karawang (kiri) dan General Manager Taruma City Ie Rina pada Temu Media di Jakarta, Jumat (6/4).

JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Setelah sukses dengan Grand Taruma, Grup Agung Podomoro Land (APL) segera mengembangkan proyek properti terbarunya, di Karawang Barat. Proyek tersebut, Taruma City yang disiapkan menjadi central business district (CBD) di Kota Karawang.

Menurut CEO Taruma City Franky M Martono, APL sudah lengkap membangun dari kelas bawah, menengah dan atas. “Khusus apartemen di Taruma City dibangun untuk mendukung ekspatriat di kawasan industry yang ada di Karawang. Inilah yang kita bidik, mudah-mudahan perizinannya mendukung dan dipermudah. Meski apartemen kita untuk middle up saya yakin masyarakat Karawang banyak yang berminat,” nilai Franky saat temu media di Jakarta, Jumat (6/4).

Ia berjanji akan ada penataan jalur lalin di kawasan sekitar Taruma City. “Dari permintaan pemerintah kita akan mendukung pelebaran jalan di depan Taruma City,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Pariwisata dan Media Kadin Karawang, Alvino menilai perkembangan industri di Karawang merupakan dampak kebijakan pusat yang menggiring industri ke pinggirian, salah satunya Karawang dan Bekasi. “Targetnya di Karawang menjadi kawasan industri terbesar di Asia Tenggara. Karawang makin banyak jadi incaran investasi muncul karena adanya wacana ada pelabuhan di Cilamaya. Perkembangan terkini ada isu bandara Soekarno Hatta jilid 2, makin membuat Karawang menjadi incaran investor,” ujar Alvino.

Ia melihat properti di Karawang sangat menjanjikan prospek pasarnya. Juga ada tambahan kawasan industri di Karawang. Masih banyak area lahan peruntukan industri yang belum dimanfaatkan. Di Karawang, menurutnya butuh regulasi proses investasi yang lebih mudah. “Mudah-mudahan makin banyak investasi yang masuk ke Karawang seperti APL melalui Grand Taruma dan Taruma City bisa menambah APBD di Karawang,” harapnya.

Taruma City merupakan project properti kedua APL di Karawang setelah sebelumnya sukses mengembangkan project properti hunian Grand Taruma yang berlokasi hanya 4 menit dengan Taruma City.

General Manager Taruma City, Ie Rina mengaku punya alasan kuat proyek yang dibangun di atas lahan seluas 5,6 hektar ini siap dijadikan pusat bisnis baru di Karawang. “Yang utama adalah karena lokasinya yang strategis di tengah kota,” sebutnya.

Selain itu, Karawang Barat saat ini menjadi kawasan yang paling siap berkembang sebagai pusat ekonomi Karawang dengan didukung oleh sejumlah proyek infrastruktur yang saat ini dibangun Pemerintah di bagian utara dan tengah Jawa Barat. Antara lain, pembangunan Pelabuhan Patimban di Karawang, Bandara Kertajati di Majalengka, dan proyek jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated yang saat ini sedang digarap Jasa Marga.

Di proyek properti Taruma City di kawasan Jl Kertabumi dan bisa diakses dari pintu tol Karawang Barat ini, APL akan membangun 49 unit rumah mewah, satu tower apartemen dengan 700 unit hunian dan 243 ruko. Proyek ini mengincar segmen atas, yakni pasar kaum ekspatriat, terutama dari Jepang.

“Karawang banyak memiliki kawasan industri terintegrasi terutama industri otomotif dari Jepang. Di wilayah ini banyak ekspatriatnya,” jelas Rina.

 

Dia meyakini, proyek ini akan mendapat sambutan bagus oleh pasar mengingat harga lahan di kawasan Karawang Barat terus naik setiap tahunnya, sehingga proyek properti ini juga cocok dijadikan investasi.

“Karawang ini kota yang sedang berkembang jadi menawarkan banyak peluang. Harga lahan di Kertabumi saat ini sudah 25-30 juta per meter. Dari total 175 ha luas Kabupaten Karawang, sebanyak 13.800 hektar saat ini dikembangkan untuk kawasan industri. Kawasan ini merupakan koridor industri dari Jepang. Jadi kebutuhan hunian di sana oleh ekspatriat sangat besar,” klaim Rina.

Saat ini, proyek Taruma City saat ini belum resmi launching. “Kita baru akan launching pertengahan tahun 2018 ini. Pengambilan NUP (nomor urut pemesanan) baru kita mulai. Untuk proyek hunian landed luas tanahnya mulai dari 108 m2 -119 m2. Tapi soal harga belum bisa di-publish. Begitu juga untuk ruko dan unit apartemennya,” papar Rina.

Seluruh proyek apartemen, hunian landed dan ruko tiga lantai ini diproyeksikan tuntas digarap dalam tiga tahun ke depan. Soal strategi pemasaran Taruma City, Rina menyatakan karena jumlah unit yang dipasarkan tidak terlalu banyak, pihaknya akan memanfaatkan pasar lokal, serta pembeli potensial dari sekitar Jakarta, seperti Jakarta Barat dan Utara. (grd)