2018, Pasien Suspect Difteri Capai 65 Orang

TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Sepanjang 2018 hingga maret ini, Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat ada sekitar 65 pasien yang dinyatakan suspect Difteri. 2 pasien diantaranya didiagnosa telah positif terinfeksi difteri. “Yang suspect itu sekitar 65 pasien, yang positif dua pasien, tapi Alhamdulillah tidak ada yang sampai meninggal. Itu data terakhir dari tahun 2017 sampai Maret 2018,” ungkap Plt Kadinkes Kota Tangsel, Suhara Manullang kemarin.

Lebih lanjut Suhara mengatakan, program penanganan Difteri melalui Outbreak Response Immunization (ORI) tahap pertama yang dimulai 11 Desember 2017 lalu dinyatakan telah mencapai angka 96,11 persen, melampaui dari targetnya yang sebesar angka 90 persen dari total jumlah penduduk.

Sedangkan ORI tahap kedua yang berlangsung sejak 11 Februari 2018 kemarin, hingga kini prosesnya masih berjalan dan telah mencapai angka 82,36 persen, atau kurang dari 8 persen untuk mencapai target keseluruhan warga Tangsel yang berjumlah sekitar 1,8 juta jiwa.

Penanganan Difteri, menurut Suhara, tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah saja. Tapi juga melibatkan peran serta masyarakat guna menumbuhkan kesadaran pentingnya mengikuti pencegahan melalui program ORI. “Semakin banyak yang mengerti tentang program Difteri. Apalagi sekarang dalam masa-masa ORI,” pungkasnya. (nov)