Melambungnya harga burung berkicau di pasaran sekarang ini telah mengundang aksi tindak kejahatan pencurian burung berkicau di wilayah Kota Bogor

BOGOR (Bisnis Jakarta) – Aksi pencurian terhadap burung berkicau berhasil terekam kamera CC-TV, di rumah Irvan Maulana (46), seorang wartawan satsiun TV suwasta Nasional, yang tinggal di Jalan Sindangbarang Loji, Kecamatan Bogor Barat. Kamis, (05/04).
Dalam rekaman CCTV di yang saat itu diserahkan korban kepada aparat kepolisan di Mapolsek Bogor Barat, ada 2 orang pria yang diduga pelaku pencurian burung di rumah Irvan terlihat masuk ke dalam pekarangan rumah korban dengan cara memanjat pagar rumah kemudian mengasak beberapa ekor burung berkicau jenis Cucak Rowo, Kacer, Murai Medan, Lakberd dan lainnya yang saat itu tengah digantung di teras samping rumah korban. “Di Rumah hanya ada pembantu di belakang. Saya sendiri saat itu keluar ngantar istri ke setasiun Bogor, sekalian mampir ke pasar beli pakan burung,” kata dia.

Begitu sampai di rumah, Irvan melihat, beberapa kandang burung yang saat itu ia gantung di teras, tampak sudah berada di bawah dengan kondisi berantakan dan berapa burung kesayangannya hilang. Sadar telah kecurian, Irvan bergegas memeriksa bukti rekaman kamera CCTV di rumahnya. “Ya…kalau ditotal harga burung-burung itu sekitar Rp20 juatan. Apalagi beberapa diantaranya juga sudah juara kontes,” sesalnya.

Aparat kepolisian di Mapolsek Bogor Barat, begitu menerima laporan dari korban langsung melakukan pemeriksaan terhadap isi rekaman dalam di dalam CCTV yang saat itu diserahkan korban. Dari hasil keterangan korban dan sejumlah saksi, petugas mengaku sudah berhasil mengetahui identitas para pelaku yang saat ini masih buron.

Makin melambungnya harga burung berkicau di pasaran sekarang ini tentu harus menjadikan kewaspadaan tersendiri bagi para pemilik burung berkicau. Pasalnya, dengan harganya yang begitu menggiyurkan di pasaran, apalagi di kalangan para komunitas pecinta burung berkicau yang bisa mencapai puluhan juta rupian, tentu ini akan menjadi target tersendiri bagi para pelaku tindak kejahatan pencurian. (bas)