BEREBUT BOLA - Pesepakbola Bali United Milos Krkotic (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Perseru Serui Donny Harold Monim dalam pertandingan Sepak Bola Liga 1 2018 di Stadion I Wayan Dipta, Sabtu (7/4). (Foto : Antara)

GIANYAR (Bisnis Jakarta) – Hasil kurang memuaskan didapat Bali United FC kala menjamu Perseru Serui dalam lanjutan Liga 1 2018 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu malam. Meski sempat unggul, lewat tendangan Taufiq di menit 28, tim tamu berhasil menyamakan kedudukan pada babak  kedua lewat striker asingnya Silvio Escobar Benitez pada menit 63.

Meski kecewa, para pemain Serdadu Tridatu diharapkan tak berlarut-larut menyesali hasil imbang tersebut, karena laga penting lainnya sudah menunggu di depan mata. Mereka diminta melupakan kekecewaan itu, karena pada 11 April mendatang, Fadil Sausu dan kawan-kawan akan melawat ke kandang Yangon United di Myanmar dalam lanjutan kualifikasi Grup G Piala AFC.

Pada laga tersebut, Nick Van der Velden dipastikan bisa tampil, lantaran larangan bermain hanya untuk Liga domestik. Hanya kemenanganlah yang akan membuka peluang skuat Widodo Cahyono Putro untuk lolos ke babak berikutnya. Saat ini Bali United masih berselisih 4 poin dari Yangon yang memuncaki klasemen dengan nilai 9. Jika mampu menang, maka Bali United akan memangkas jarak menjdai satu poin, dan di laga terakhir kala menjamu tim asal Filipina Global Cepu akan menjadi penentuan lolos tidaknya Bali United sebagai juara grup. Itu dengan catatan Yangon gagal menang melawan wakil Vietnam yang akan menjadi tuan rumah di laga terakhir.

Menyoroti hasil imbang kemarin, Pelatih Bali United Widodo C Putro mengakui anak asuhnya sudah bermain bagus, meski pada babak pertama pemain Perseru Serui melakukan pengawalan terhadap pemain yang dianggap berbahaya.

“Strategi yang dibangun dari tim Perseru Serui untuk mengawal khusus beberapa pemain kami, seperti Spaso dan Krkotic. Namun pada babak pertama sukses mencetak gol,” ujarnya.

Ia mengakui pemain lawan berusaha melakukan perlawanan yang cukup sengit, sehingga pada babak kedua strategi Bali United sedikit goyah. Kesempatan tersebutlah digunakan untuk memetik gol.

Sementara itu, pelatih Perseru Serui, I Putu Gede Dwi Santoso mengaku bersyukur timnya bisa memetik gol, sehingga bisa menyamakan kedudukan dengan tuan rumah Bali United.

“Pemain Bali United cukup andal dan tangguh. Tapi kami dengan strategi tekanan, sehingga mampu menjebol gawang yang dikawal Made Wardana. Kami amati kedua tim cukup bermain bagus dan seru,” katanya. (grd)