TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin, (9/4) sempat diwarnai kegaduhan. Pasalnya, terjadi¬† permasalahan teknis seperti komputer mati dan eror hingga 20 menit. “Tadi komputernya sempat mati dan eror selama 20 menit, kemudian diganti dengan komputer cadangan,” ungkap salah seorang siswa SMA 9, Tangsel, Dian.

Lebih lanjut Dian menyesalkan meski sudah terbuang waktu 20 menit namun tidak diberikan waktu tambahan. Apalagi di hari pertama pelaksanaan UNBK ini mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia dengan waktu selama maksimal pengerjaan 120 menit,¬† jumlah soal sebanyak 50. “Tidak ada kompensasi tambahan waktu,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 9 Tangsel Ahmad Nana mengatakan, pihaknya sudah tiga kali melakukan simulasi termasuk mengantisipasi kejadian kendala teknis yang timbul dalam pelaksanaan UNBK. “Jadi sebenarnya sudah kami siapkan antisipasi untuk kendala yang muncul. Sisanya pada tiap ruang ujian ada tiga unit komputer cadangan untuk antisipasi,” ujarnya.

Di SMAN 9 Tangsel sendiri terdapat total 350 siswa yang melaksanakan UNBK dengan rincian Siswa Kelas IPA sebanyak 196 orang dan kelas IPS 154 orang dengan pelaksanaan ujiannya terbagi menjadi tiga sesi. (nov)