JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Maskapai nasional Garuda Indonesia menyiapkan 14 pesawat berbadan lebar (wide body) untuk pelaksanaan operasional haji tahun ini (1439 H), menyusul ditandatanganinya nota kesepahaman (MoU) bersama Kementerian Agama mengenai pengadaan transportasi udara penyelenggaraan haji. Penandatanganan nota kesepahaman kerjasama tersebut dilakukan antara Dirut Garuda Indonesia Pahala N. Mansury dan Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag H. Nizar di Kemenag Jakarta, Senin (9/4).

Nizar mengatakan, sangatlah penting dalam memastikan kelancaran operasional haji, termasuk peranan dari aspek transportasi udara, untuk itu, pihaknya berupaya memastikan seluruh proses pelaksanaan transportasi udara haji pada tahun ini dapat memberikan layanan transportasi udara terbaik bagi seluruh jemaah haji Indonesia.

Sementara itu, Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury mengatakan, pihaknya telah menyiapkan armada terbaiknya untuk memastikan layanan penerbangan haji pada tahun ini dapat berjalan dengan lancar seperti tahun-tahun sebelumnya. “Berkaca dari pencapaian kinerja haji tahun lalu dimana kami berhasil mempertahankan capaian ketepatan waktu di atas 95 persen, kami optimistis kesiapan dan kelancaran layanan operational haji dapat terus kami maksimalkan”, jelas Pahala.

Pahala menambahkan, tahun ini Garuda Indonesia juga memperkaya layanan in-flight entertainment para jemaah haji dengan menyediakan tayangan bernuansa islami. Selain itu, Garuda Indonesia juga menyediakan pilihan menu yang disesuaikan dengan selera daerah sesuai hasil meal test di setiap embarkasi.

Pada tahun 2018 ini Garuda Indonesia menyiapkaan sebanyak 14 pesawat haji yang terdiri dari tiga pesawat B747-400, lima pesawat B777-300ER, dan enam pesawat A330-300/ 200. Adapun jumlah pesawat yang dioperasikan tersebut menyesuaikan dengan peningkatan trafik jemaah haji.

Garuda Indonesia akan menerbangkan sebanyak 107 ribu penumpang yang rencananya akan diberangkatkan dari sembilan embarkasi yang terdiri dari 278 kloter di seluruh Indonesia, meliputi Aceh, Medan, Padang, Jakarta, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, dan Lombok. (son)