London ( Bisnis Jakarta ) – Mantan juara dunia tinju kelas berat Tyson Fury mengatakan dirinya lebih bugar dibanding sebelumnya setelah mengumumkan pertarungan kembalinya di Manchester pada 9 Juni, setelah absen lebih dari dua setengah tahun.

Petinju Britana itu telah meneken kontrak dengan promotor Frank Warren, yang memperkenalkan dirinya pada konferensi pers pada Kamis, pada kesepakatan untuk beberapa pertarungan namun lawan yang akan dihadapinya di Manchester Arena belum diumumkan.

Dewan Kendali Tinju Britania (BBBC) menskors lisensi petinju 29 tahun itu pada 2016, dengan alasan terkait masalah kesehatan dan anti doping.

Skors itu dicabut pada Januari setelah dirinya menjalani pemeriksaan medis dan Fury mengatakan kepada para pewarta bahwa ia siap untuk kembali dan “mengklaim apa yang semestinya menjadi miliknya.” “Saya berada dalam kondisi terbugar saya. Pengaturan waktu, refleks, semuanya lebih baik daripada sebelumnya. Saya tidak bergurau,” tambahnya.

“Semuanya ada di sini. Saya berusia 29 tahun, menuju masa paling prima dalam hidup saya. Saya lebih kuat dan lebih cepat, memiliki lebih banyak massa otot dibanding sebelumnya. Saya lebih percaya diri menatap kompetisi.” Fury tidak pernah bertarung sejak mengalahkan Wladimir Klitshcko untuk memenangi gelar dunia IBF, WBA, dan WBO pada November 2015.

Sabuk IBFnya kemudian dilucuti dan demikian pula sabuk WBA dan WBOnya.

Kompatriotnya Anthiny Joshua, juara Olimpiade 2012, kini menggenggam sabuk-sabuk itu serta satu sabuk IBO dan berharap dapat menjadi juara “undisputed” jika pertarungan melawan juara WBC Deontay Wilder dapat diselenggarakan.

“Itu harus terjadi. Tidak ada begitu banyak pertarungan di kelas berat sepanjang sejarah yang tidak terjadi ketika Anda berbicara mengenai level kejuaraan,” kata Joshua kepada televisi Sky Sports.

“Terkait sejarah, menurut saya pertarungan ini harus terjadi karena tidak akan hebat bagi tinju era jika jika hal ini tidak terwujud.” Fury mengatakan Joshua tidak akan mampu menandinginya.

“Itu akan menjadi pertarungan mudah, no contest,” ucapnya terkait potensi pertarungan dengan sang juara. “Ia mencari satu pukulan masuk sepanjang malam. Siapapun dapat sedikit bergerak, dan melakukan tipuan-tipuan, ia kesulitan dengan hal itu. Ia tidak dapat mendaratkan (pukulan).” “Saya akan mempermainkan dia selama beberapa ronde kemudian saya akan memukul jatuh dirinya.”(ant)