TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Sejumlah balita gizi buruk di kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah beranjak pulih menjadi gizi kurang. Kendati telah memasuki peningkatan medis, namun pengawasan rutin dalam pemberian makanan tambahan tetap dilakukan oleh petugas puskesmas ataupun posyandu. “Iya tiap pekan selalu didatangi petugas posyandu ataupun puskesmas untuk mengecek perkembangannya,” ungkap seorang ibu di kawasan Setu, yang anaknya menderita gizi buruk, Wita.

Lebih lanjut Wita mengatakan, putrinya MIF berusia dua tahun dan di diagnosa menderita gizi buruk sejak 2017 lalu. Ketika itu petugas posyandu mendapati kondisi kesehatan MIF tak berimbang dimana beratnya hanya 8,2 kilogram. “Baru tau kalau anak saya menderita gizi buruk beratnya cuma 8,2 kilo,” imbuhnya.

Setelah itu Wita mengaku putrinya mendapatkan susu, biskuit dan diberi arahan makanan asupan makanan yang bergizi. “Alhamdulilah setelah itu kondisi MIF berangsur membaik. Beratnya juga sudah naik,” ujarnya.

Petugas puskesmas Bakti jaya, Lia Leviyanti mengatakan kondisi MIF mengalami kemajuan setelah mendapatkan perawatan khusus. “Beratnya sudah mencapai batas normal yakni 9 kilo dari sebelumnya yang hanya 8,2 kilo,” jawabnya. (nov)