TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Minat masyarakat Tangerang Selatan (Tangsel) dalam mendonorkan darah dinilai masih kurang. Padahal kebutuhan darah di Tangsel sendiri setidaknya 18.000 kantong darah setiap tahunnya. “Kita tidak boleh menyerah, terlepas dari apapaun. Kita sudah melakukan kerjasama dengan forum pendonor darah, kita cari titik simpul. Apalagi menjelang Ramadan dan pasca Ramadan, stok darah akan semakin sulit. Maka dari itu, bisa kita coba selepas solat tarawih melakukan donor darah,” ungkap Walikota Tangsel, Airin Rachmy Diany.

Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Tangsel, akan diwajibkan melakukan donor darah. Airin juga meminta, setiap terdapat event Pemkot Tangsel ada kegiatan donor darah. “Pastinya tiap OPD akan kami wajibkan melakukan donor darah. Saya sudah meminta untuk melakukan terobosan, yaitu setiap ada event Tangsel diadakan donor darah,” imbuhnya.

Sementara itu, Staf Pelayanan Pelestarian Donor Darah Sukarela (P2D2S) PMI Tangsel, M Fajar mengatakan bahwa tiap bulannya memang sudah terdapat 20 kegiatan donor darah. “Per bulan itu ada 20 kegiatan donor darah, dengan target sekitar 2000 pendonor. Dan, dua bulan ini kebutuhan darah tiap bulannya yakni 1500 kantong darah terpenuhi. Tetapi, akan ada dimana periode krisis darah yaitu pasca lebaran,” ujarnya.

Fajar berharap, dengan adanya terobosan yang dikeluarkan oleh Walikota Tangsel bahwa setiap dinas harus diwajibkan donor darah segera dilakukan. “Harapan kami dari PMI Tangsel, agar rencana dari ibu Walikota tentang donor darah pada masing-masing dinas dapat direalisasikan. Karena, untuk mencegah periode krisis darah pasca lebaran,” tandasnya. (nov)