Palembang ( Bisnis Jakarta ) – Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan mengatakan Persipura merupakan salah satu tim kuat di Liga 1 Tahun 2018 sehingga laga melawan timnya di Palembang, Sabtu (14/3), akan berlangsung tidak mudah meski pertandingan digelar di kandang sendiri.

Rahmad yang pernah mengarsiteki Persipura sekaligus membawa ksebelasan “Mutiara Hitam” menjuarai kompetisi tertinggi di Indonesia pada 2005, di Palembang, Jumat, mengaku mengetahui bagaimana karakter permainan tim asal Papua itu.

“Persipura ada yang tidak berubah dari dulu hingga sekarang. Pemainnya memiliki hati yang luar biasa untuk tim demi nama Papua. Saya melihat ini yang membuat Persipura selalu sulit untuk ditaklukkan,” kata Rahmad.

Oalh karena itu, ia telah mewanti-wanti asisten pelatih Rasiman untuk fokus menghadapi laga kandang pada pekan ke-4 Liga 1 itu. Hal ini mengingat dirinya tidak akan mendampingi tim terkait jadwal kursus pelatih AFC Pro di Yogyakarta.

Namun, kepastian untuk tidak bisa mendampingi ini baru didapatkan setelah RD panggilan akrab Rahmad Darmawan tiba di Yogyakarta karena menurut rencananya ia akan meminta izin setelah agenda acara pembukaan pada Sabtu (14/4) pagi.

“Saya sudah beri wejangan ke tim pelatih, mudah-mudahan laga nanti berjalan sesuai rencana, taktik, dan strategi kami bisa diandalkan,” kata mantan pelatih T-Team ini.

Persipura melakoni laga kandang di home base Laskar Wong Kito dengan bermodal positif karena meraih dua kemenangan di dua laga terakhir. Sementara sebaliknya, Sriwijaya FC justru baru saja dipermalukan Madura United saat bertandang ke Sumenep dengan skor 0-3.

Kedigdayaan Persipura juga tergambar dari posisi tim ini di klasemen sementara Liga 1 2018 yakni berada di puncak klasemen dengan raihan 7 poin, sementara Sriwijaya FC masih berada di peringkat ke-12.

Tak hanya itu, di sisi lain adanya sejumlah mantan pemain Sriwijaya FC yang patut menjadi perhatian, seperti striker Hilton Moreira yang memiliki motivasi ganda mengingat telah didepak dari skuat Laskar Wong Kito musim ini. Sementara, koleganya Alberto Goncalves dan Yu Hyun Koo tetap dipertahankan manajemen klub.

Terkait ini, Rahmad Darmawan tidak menyangkal pemain yang memiliki motivasi lebih ini patut diwaspadai karena memiliki energi yang tidak pernah habis sepanjang pertandingan.

Hal ini menjadi tugas berat bagi barisan pertahanan, apalagi pada laga nanti Sriwijaya FC tanpa pemain andalan Mohammadou Ndiaye yang mendapatkan hukuman kartu merah pada laga sebelumnya.

“Saya melihat kepercayaan diri tim berkurang ketika Ndiaye keluar saat melawan Madura United. Ini menjadi tugas saya sebagai pelatih untuk memperbaiki mental pemain, karena pada prinsipnya bermain sepak bola itu merupakan permainan kolektif (tim) bukan bertumpu pada satu orang,” ujar Rahmad.

Sriwijaya FC telah melakoni tiga laga sebelumnya dengan meraih satu kali imbang, satu kali menang, dan satu kali kalah. Kemenangan pada laga melawan Persipura ini diharapkan dapat membawa tim merangsek ke papan tengah.

Tim yang disebut-sebut bertabur bintang karena memiliki sejumlah pemain asing berkelas seperti Manuchehr Jalilov (pemain terbaik AFC 2017), Makan Konate (pemain yang membawa Persib juara), dan Mohammadou Ndiaye (pemain yang bermain di Liga 2 Prancis musim lalu) ini dipandang belum tampil maksimal sesuai dengan kelasnya.(ant)