TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Proses pembebasan tanah proyek tol Serpong – Cinere tampaknya belum beres, meski pembangunan sudah mulai berjalan. Kali ini seorang ahli waris mengancam akan menutup akses jalan masuk komplek Griya Azzahra, di jalan Sukamulya, Serua Indah, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel) karena tanah yang dijadikan jalan tersebut belum dibayar pihak panitia. “Sudah satu tahun kami bolak balik mengurus syarat ganti rugi yang diminta pihak BPN. Kami ikuti semua prosedur. Namun hingga kini belum juga diberikan ganti rugi,” ungkap ahli waris, Syaiful.

Semua dokumen yang diminta pihak BPN sudah ia penuhi. Terakhir adalah surat keterangan dari bagian asset Pemkot Tangsel yang membuktikan bahwa tanah tersebut adalah milik nya pribadi, bukan merupakan fasilitas umum. Namun ternyata semua dokumennya masih mandek di BPN dan belum sampai ke pihak appraisal. Bahkan pada pertemuan terakhir menurutnya masih belum ada titik temu kapan ganti ruginya ia terima. “Apalagi yang mereka minta, sudah jelas tanah ini milik kami. Ada bukti surat suratnya, dari pihak kelurahan juga tahu bahkan dari bagian asset juga sudah mengakui,” imbuhnya.

Tanahnya sepanjang 213 meter itupun ia relakan di beton tanpa persetujuannya karena dijanjikan akan dibayar oleh pihak Waskita. Namun karena hingga kini tak juga menerima ganti rugi, maka ia mengancam akan menutup akses jalan masuk ke komplek Azzahra dan sekitarnya dengan portal. “Dari pihak BPN sendiri mengatakan silakan aja kalo mau diportal ya sudah saya minta kembali semua berkas saya, dan saya sudah pesan portal besok sabtu akan kami tutup jalan ini,” tandasnya.

Sementara itu salah seorang warga Azzahra, Adinda mengaku kecewa dengan pihak panitia pembebasan tanah. Ia berharap panitia segera menyelesaikan permasalahan ini karena warga yang lain yang akan kena imbasnya. “Jalan utama kami sudah ditutup, sekarang jalan pengganti masih bermasalah dan akan ditutup juga. Lantas kita harus lewat mana,?” keluhnya.

Sementara itu ketika dikonfirmasi, pihak kontraktor dari Waskita, Pramudya mengaku masih menunggu keputusan owner mengenai permasalahan ini. (nov)