RAZIA MIRAS – Tim Gabungan Pemda Bogor, melakukan razia minuman keras (Mirasa) dan Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di sejumlah wilayah di Kota Bogor.

BOGOR (Bisnis Jakarta) – Tim Gabungan Pemda Bogor terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polresta Bogor Kota, Denpom III/1 Bogor dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor menggelar Apel Gabungan jelang Ramadhan, di Plaza Balaikota, Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bogor, Kamis (19/04).

Kepala Satpol PP Kota Bogor, Herry Karnadi menyampaikan, apel gabungan ini merupakan persiapan penertiban gabungan yang dilaksanakan di seluruh wilayah Kota Bogor menjelang bulan Suci Ramadhan.   “Apel dan Opresi gabungan ini digelar dalam rangka untuk bersama sama menjaga dan memelihara kondusifitas Kota Bogor. Program ini sudah rutin dilaksanakan setiap menghadapi Ramadhan,” kata Herry.

Dalam kegiatan tersebut akan menyasar peredaran minuman keras, pedagang kaki lima, parkir liar, pengemis, pengamen dan anak-anak jalanan yang biasa berkeliaran di sejumlah jalan di Kota Bogor.

“Khusus untuk penertiban penjualan miras kami bersama aparat kepolisian dan TNI sudah memetakan lokasinya. Namun untuk penertiban PKL akan dilakukan secara acak dan fokus dipinggiran kota, mulai dari wilayah Kecamatan Bogor Utara, Bogor Tengah, Tanah Sareal, Bogor Barat, Bogor Timur dan Bogor Selatan,” jelasnya.

Kabagops Polresta Bogor Kota, Kompol Fajar Hari Kuncoro juga menambahkan, operasi gabungan ini merupakan upaya Cipta Kondisi menjelang bulan Ramadhan dan Pilkada Bogor. “Kami ingin semuanya berlangsung aman, nyaman dan kondusif,” harapnya.

Saat ini di wilayah Kota Bogor masih banyak pedagang yang menjual miras oplosan. “Karena miras oplosan ini sedang ramai akibat makan banyak korban, maka kebradaan dari miras oplosan itu saat ini sulit terdekteksi. Sebab penjualanya memang dilakukan secara sembunyi-sembunyi saat ini di Bogor. Tapi kami menyakini bahwa itu masih ada di Bogor,” ungkapnya.

Dengan digelarnya operasi penertiban gabungan di Kota Bogor ini diharapkan memperoleh hasil maksimal. Kepada petugas yang akan diterjunkan langsung ke lapangan harus mengutamakan keselamatan diri.

“Sesuai arahan dan pesan pimpinan, saya berpesan jangan bertindak represif, karena kalian membawa nama institusi dan harus bisa menahan emosi,” pesan Kompol Fajar Hari Kuncoro. (bas)