TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Proyek pembangunan tol Serpong- Cinere di kawasan Ciputat kota Tangerang Selatan (Tangsel) dinilai menimbulkan banyak permasalahan. Tak hanya getaran dari alat berat yang dirasa menganggu, persoalan pembebasan tanah pun masih menjadi kendala dan berimbas pada warga sekitar. “Sangat terganggu dengan aktifitas pembangunan. Karena jaraknya sangat dekat dengan tempat tinggal kami jadi setiap hari kami harus merasakan getaran dari alat berat yang tengah beroperasi,” ungkap Adinda, warga Griya Azzahra, Jalan Sukamulya, Ciputat Tangsel.

Senada dengan Adinda, warga lainnya, Yadi mengatakan, tak hanya getaran hebat seperti gempa, namun debu dan tanah merah yang mengalir terbawa air hujan menjadi santapan sehari hari warga sekitar. “Debu sudah pasti. Belum lagi kemacetan yang ditimbulkan di didepan tempat tinggal kami,” imbuhnya.

Apalagi saat ini, ditambah dengan persoalan jalan akses masuk yang di klaim milik ahli waris yang belum dibayarkan ganti ruginya. “Permasalahan pembangunan tol makin kompleks saja. Kami warga yang terdampak yang kena imbasnya,” cetusnya.

Yadi berharap pihak PU atau yang berwenang merealisasikan janji pada saat dulu melakukan sosialisasi. Dimana selama pembangunan tidak akan merugikan warga, kalaupun ada dampaknya maka akan diberikan kompensasi. “Terlalu banyak kerugian kami hingga saat ini. Kami berharap yang terdampak diperhatikan,” tandasnya. (nov)