DKP BTN Melonjak 23,54 Persen

JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Direktur Utama BTN Maryono memproyeksikan pertumbuhan kredit hingga akhir tahun nanti akan melaju sesuai target. Penopangnya yakni penjualan hunian yang terus bertumbuh akibat permintaan yang masih tinggi. Belum lagi, lanjutnya, BTN terus mendukung kesuksesan Program Satu Juta Rumah yang akan meningkatkan penyaluran kredit dan pembiayaan. Demikian diungkapkan Maryono saat paparan kinerja di Jakarta, Jumat (20/4).

Maryono meyakini, perseroan akan mampu mencapai target pertumbuhan kredit dan pembiayaan tersebut disumbang amunisi DPK yang terus mencatatkan kenaikan positif. “Dana pihak ketiga Bank BTN yang naik 23,54 persen tersebut cukup kuat untuk mengimbangi target pertumbuhan kredit. Kami meyakini kredit pada akhir tahun nanti akan tumbuh lebih dari 20 persen,.

Kenaikan simpanan BTN tersebut tercatat berada jauh di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Februari 2018 menunjukkan DPK industri perbankan nasional hanya tumbuh sebesar 8,4 persen. Adapun, pertumbuhan terbesar simpanan BTN tersebut bersumber dari kenaikan tabungan yang tumbuh sebesar 43,35 persen yoy dari Rp 30,74 triliun pada akhir Maret 2017 menjadi Rp 44,06 triliun di periode yang sama tahun ini.

Penghimpunan giro dan deposito juga menjadi penopang laju kenaikan DPK dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 22,55 persen menjadi Rp 51,14 triliun dan 16,87 persen menjadi Rp 99,28 triliun per 31 Maret 2018.

Di sisi lain, emiten bersandi saham BBTN ini juga mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 19,34 persen pada triwulan I-2018 atau naik dari Rp 169,68 triliun pada triwulan I-2017 menjadi Rp 202,5 triliun. Pertumbuhan kredit tersebut pun berada jauh di atas rata-rata capaian industri perbankan nasional. OJK merekam penyaluran kredit perbankan nasional hanya naik 8,3 persen per Februari 2018.

Sementara itu, kredit perumahan yang menempati porsi sebesar 91,09 persen dari total kredit, menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan pembiayaan Bank BTN. Per triwulan I-2018, kredit perumahan BTN tercatat naik 20,32 persen dari Rp 153,31 triliun menjadi Rp 184,46 triliun. Kredit non-perumahan pun naik 10,17 persen dari Rp 16,37 triliun menjadi Rp 18,03 triliun pada akhir Maret 2018.

Pada segmen kredit perumahan, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi menorehkan kenaikan terbesar atau tumbuh sebesar 32,96 persen menjadi Rp 79,14 triliun per triwulan l-2018. Kemudian, KPR non-subsidi naik 12,24 persen menjadi Rp 69,8 triliun, kredit konstruksi tumbuh 17,85 persen yoy menjadi Rp 27,03 triliun, dan kredit perumahan lainnya menjadi Rp 8,48 triliun pada akhir Maret 2018.

Di segmen kredit non-perumahan, kredit komersial naik paling tinggi sebesar 15,47 persen menjadi Rp 14,07 triliun per triwulan I-2018. Pada periode yang sama, posisi kredit konsumer tercatat senilai Rp 3,96 triliun. Kredit dan pembiayaan Bank BTN juga terus menunjukkan perbaikan kualitas. BBTN mencatatkan Non-Performing Loan (NPL) gross turun 56 basis point (bps) dari 3,34 persen menjadi 2,78 persen pada triwulan I-2018. NPL nett BTN juga turun 57 bps dari 2,35 persen pada Maret 2017 menjadi 1,78 persen.

Pertumbuhan kredit dan pembiayaan BTN tersebut juga turut menunjang kenaikan aset perseroan sebesar 20,73 persen yoy dari Rp 214,31 triliun pada triwulan I/2017 menjadi Rp 258,73 triliun di periode yang sama tahun berikutnya. Kinerja penyaluran kredit tersebut pun menyumbang pendapatan bunga naik sebesar 15,71 persen. Di sisi lain, beban bunga tumbuh lebih rendah di level 15,32 persen. (son)