JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Kementerian Koperasi dan UKM memberikan apresiasi kepada perusahaan yang mendirikan koperasi. “Hal ini memunjukkan mulai adanya pengakuan bahwa pelaku perekonomian di Indonesia itu adalah BUMN, swasta dan koperasi,” kata Sekretaris Kemenkop dan UKM Agus Muharram, dalam Gala Dinner & Brand Launch MIS (Multi Inti Sarana) Financial Services, di Jakarta, Kamis (19/4).

Dalam acara itu juga diserahkan Badan Hukum (BH) koperasi oleh Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop dan UKM, Meliadi Sembiring kepada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pracico Inti Sejahtera, yang merupakan anak perusahaan MIS Group.

Sertifikat BH Koperasi itu diterima langsung oleh Chairman MIS Group, Teddy Agustiansjah, da disaksikaan oleh Sekretaris Kemenkop dan UKM Agus Muharram.

Agus mengatakan MIS Group yang memiliki tiga lini bisnis yaitu premium transportasi, pertambangan dan financial technology/fintech), sudah tepat mendirikan koperasi sebagai unit usaha, saving and loans. “Namun saya mengingatkan untuk penghimpunan dana, haruslah diambil dari anggota, bukan dari non anggota, karena jika tidak akan menimbulkan permasalahan,” pesannya.

Pasalnya antara Fintech dengan KSP itu berbeda. Jika Fintech bersifat inklusif jadi terbuka bagi siapa saja, dan dibawah pengawasan OJK.

Sementara KSP bersifat eksklusif, hanya melayani anggota saja dan dibawah pengawasan Kemenkop dan UKM.

Agus memaparkan Kementerian Koperasi dan UKM kini melaksanakan reformasi total koperasi mencakup reoritentasi rehabilitasi dan pengembangan.

Dalam rehabilitasi ada 41 ribu koperasi yang dibubarkan, dan kini tinggal 152 ribu. “Ini terus berproses dan saat ini kira kira ada 149 ribu koperasi yang aktif. Dari jumlah itu ada 81 ribu koperasi aktif dan melakukan RAT,” jelasnya.

Agus juga mengingatkan untuk menjaga kelangsungan koperasi, melalui jargon tak ada koperasi tanpa pelatihan, transaksi dan teknologi.

21 Tahun

Sementara itu Teddy Agustiansjah, chairman MIS Group mengatakan, MIS Group baru 21 tahun berkiprah dalam bisnis. “Dan kami bangga bisa mendirikan koperasi simpan pinjam sebagai bagian usaha dari MIS Group,” katanya.

MIS Group mungkin masih kecil, namun setidaknya ikut memberikan kontribusi pada perekomian nasional dan pengembangan koperasi pada khususnya.

Awalnya MIS bergerak dalam pembiayaan otomotif, dan setahun kemudian dipercaya menyediakan truk sampah dari pemda DKI, dan berlanjut ke armada tangki Pertamina, armada bus Trans Jakarta, dan Sutle bus bandara Soekarno Hatta. “Kami juga akan menyediakaan feeder bus agar masyarakat bisa mengakses trans jakarta,” tambahnya. (son)