BI: Sektor Usaha Di Bali Tumbuh Membaik

Denpasar ( Bisnis Jakarta ) – Bank Indonesia menyebutkan sejumlah sektor usaha di Bali mulai tumbuh positif pada triwulan pertama 2018 karena didorong membaiknya kondisi ekonomi setelah aktivitas vulkanik Gunung Agung yang saat ini mengarah kondusif.

“Ini searah dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Bali triwulan pertama ini yang diprakirakan mengalami akselerasi dibandingkan triwulan IV tahun 2017,” kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Azka Subhan di Denpasar, Senin.

Berdasarkan hasil survei kinerja dunia usaha, sektor yang tumbuh pulih yakni pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan kemudian industri pengolahan, bangunan, perdagangan, hotel dan restoran.

Selain itu sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan.

Azka menjelaskan sektor bangunan misalnya dari minus 4,91 persen menjadi 2,45 persen serta keuangan, persewaan dan jasa perusahaan dari 3,40 persen menjadi 5,37 persen.

Demikian juga sektor lainnya itu dari sebelumnya minus dalam, berdasarkan survei triwulan pertama tahun ini meski masih dalam persentase minus namun terjadi peningkatan kinerja atau perbaikan.

Misalnya untuk sektor perdagangan, hotel dan restoran dari minus 8,75 persen menjadi minus 0,79 persen dan sektor pengangkutan dan komunikasi mengalami perbaikan dari minus 5,74 persen menjadi minus 0,59 persen.

Pulihnya kinerja dunia usaha juga terindikasi dari membaiknya kondisi likuiditas dan kemampuan perusahaan mencetak laba yang membaik.

Menurut Azka, selama tiga bulan terakhir likuiditas dari 5,47 persen naik menjadi 46,88 persen dan kemampuan perusahaan mencetak laba hampir 10 poin menjadi 48,44 persen.

Di sisi lain, bank sentral itu mencatat sektor lain seperti listrik, air bersih dan gas mengalami penurunan pada triwulan pertama ini.

Sedangkan sektor pertambangan dan penggalian stabil pada level minus 0,83 persen.

Survei kegiatan usaha merupakan survei yang dilakukan BI secara triwulanan dengan jumlah responden mencapai 134 peserta yang tersebar di seluruh Bali.

Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuisioner baik konvensional maupun langsung dalam jaringan melalui laman BI.(ant)