Ratusan warga di Kota Bogor hampir setiap hari terlihat mengantri di kantor Disukcapil setempat untuk melakukan perekaman data e-KTP

BOGOR (Bisnis Jakarta) – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor menarget sampai dengan akhir April 2018 ini akan mecetak dan menerbitkan sebanyak 11.871 Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) bagi warga Kota Bogor yang sampai saat ini belum memiliki KTP ektronik.

Kepala Bidang (Kabid) Penyajian Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data Disdukcapil Kota Bogor, Christina Ari Setyaningsih meyebutkan, bahwa berdasarkan data dari 740.678 jiwa warga Kota Bogor yang wajib memiliki e-KTP, sebanyak 711.051 jiwa telah melakukan proses perekaman data e-KTP, dimana sebanyak 11.871 merupakan data yang siap cetak atau Print Ready Record (PRR). “Kenapa ini terus kami kejar, dengan harapan agar persoalan data e-KTP ini tidak menjadi persoalan dalam pelaksanaan pencoblosan pada Pilkada Serentak 27 Juni mendatang,” tegas Christina Ari Setyaningsih, di kantornya. Senin, (23/04).

Menurut Christina, bila merujuk Data Konsolidasi Bersih (DKB) Tahun 2017 Semester II proses perekaman mengalami peningkatan. “Sebelumnya yakni pada Semester II 2017 warga yang telah melakukan perekaman data berjumlah 704.304, sedangkan yang belum melakukan perekaman sebanyak 32.697 dan data PRR (siap cetak) sebanyak 2.085. Dan hingga saat ini warga Kota Bogor yang sudah merekam jumlahnya bertambah 6.747 dan data yang siap cetak berjumlah 9.786,” ungkapnya.

Menurut Christina, bagi warga yang sudah merekam tetapi belum menerima e-KTP mereka juga masih mendapat hak menyalurkan hak suaranya pada Pilkada Serentak 27 Juni 2018 nanti dengan membawa atau memperlihatkan Surat Keterangan (Suket) yang telah dikeluarka oleh dinasnya sebagai salah satu persyaratan dasar agar mereka bisa mengikuti proses pencoblosan di TPS saat Pilkada 2018 nanti. “Mereka masih bisa ikut meyoblos dengan cara memeprlihatkan Suket yang telah kami berikan, sebagai bukti kalau mereka sudah terdata di kami,” jelaslnya.

Christina mengakui, bahwa pihaknya mengalami kendala karena kehabisan tinta untuk proses pencetakan e-KTP dan berdasarkan koordinasi terakhir Disdukcapil Kota Bogor dengan Pemerintah Pusat, pencairan anggaran untuk pengadaan tinta pencetakan e-KTP akan dilaksanakan akhir April 2018 ini. “Saat berkoordinasi saya didampingi perwakilan BPKAD Kota Bogor. Jadi, diusahakan awal Mei 2018 sudah bisa mulai pencetakan dan kita prioritaskan data PRR atau yang siap cetak semuanya,” kata dia.

Anggaran pengadaan tinta tersebut sambungnya menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Administrasi Kependudukan (Adminduk) dari Ditjen Dukcapil Kemendagri melalui Kementerian Keuangan. “Penganggaran untuk OPD yang menggunakan DAK di tahun 2017 baru cair di bulan April 2018,” jelasnya. (bas)