TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Lingkungan anak jalanan yang kurang mendukung dan pendidikan yang minim membuat salah seorang volunteer Komunitas Bintaro Berbagi, Nova Adriyanti prihatin. Karena itu dirinya berinisiatif mengadakan pembelajaran non akademik kepada anak-anak yang bertempat tinggal di lapak kampung pemulung Cempaka Putih, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

“Kalau bukan kita siapa lagi? Saya berharap dengan kegiatan rutin ini anak-anak bisa mendapatkan pengetahuan lebih dalam bidang non formal, dan bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Nova yang juga memiliki sekolah belajar di kolong jembatan Asemka dibawah program EPM Foundation ini mengatakan, sudah hampir 5 bulan mengadakan kegiatan ini. Menurutnya sebuah kreatifitas dan pengenalan budaya, serta pelajaran bahasa inggris yang sangat diminati oleh anak-anak tersebut.

“Karena mengingat ekstrakurikuler di sekolah negeri masih sangat minim. Jadi diharapkan bisa meningkatkan kreatifitas, serta self confidence anak-anak untuk bisa mengeksplore diri selain di sekolah. Dan yang terpenting mengasah kemampuan mereka yang tidak bisa di salurkan disekolah formal pada umumnya,” imbuhnya.

Sekolah belajar ini, sambung Nova nantinya akan menjadi binaan dari Komunitas Bintaro Berbagi itu sendiri. Soal tantangan dan perjuangan, Nova mengaku, orang tua anak-anak tersebut tidak yakin dan mempercayakan dirinya untuk memberikan pelajaran ke anaknya. Terlebih, anak-anak yang tidak sekolah lebih mementingkan mencari duit dan bermain. “Tapi setelah kita putar otak dan observasi minat mereka, baru kita bisa diterima dilingkungan mereka. Salah satu caranya, kita memberikan mereka alat tulis, dan tas untuk mereka semangat belajar,” pungkasnya. (nov)