DEPOK (Bisnis Jakarta) – Wali Kota Depok Mohammad Idris menilai laju pertumbuhan ekonomi (LPE) di Kota Depok cukup baik. Hal itu, diklaim karena keberadaan investor di bidang jasa maupun pembangunan infrastruktur makin membanjiri berbagai wilayah di Kota tersebut.

Pihaknya mencatat di tahun 2017, LPE Kota Depok sekitar 7.28 persen. Tren dari tahun ke tahun semakin baik. Namun dirinya mengaku memiliki tantangan tersendiri, yakni mengendalikan kepadatan penduduk yang diprediksi pada ahun 2030, penduduk Kota Depok mencapai 8,2 juta jiwa.

“Kepadatan penduduk di Depok meningkat sekitar 3,4 persen. Kalau berdasarkan periodisasi kekuasaan, tahun 2030 itu sekitar 3 periode ke depan. Tentu tantangan ini menjadi perhatian,” katanya di Kecamatan Bojongsari, Depok.

Selain itu, adapula Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi. UMKM, bahkan menyumbang Produk Regional Bruto (PDRB) sekitar 65 persen. “PDRB kita sumbangsih dari UMKM. Sementara 35 persen dari berbagai usaha lainnya jumlah UMKM di Kota Depok hingga saat sekitar 1.000 pengusaha dan kebanyakan usaha kuliner dan fashion.” Jelasnya.

Pihaknya mengklaim kini Pemkot Depok melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok, akan bersinergi dengan para pengusaha, agar berkenan berinvestasi di Kota Depok. Komitmen tersebut, didorong pula dengan perbaikan sistem pelayanan dan kemudahan perizinan.

“Karena pembangunan di Depok bisa maju, di antaranya dengan menggeliatkan sektor investasi dan perpajakan. Dengan kesadaran berkolaborasi antarlembaga, kita yakin bisa melakukan pemerataan pembangunan,” katanya. (jif)