JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Keberadaan masjid dewasa ini dinilai sangat strategis dalam pembicaraan-pembicaraan yang mengarah politik. Menurut KH Soleh Sofyan, tak salah jika masjid digunakan untuk berbicara tentang politik. “Tapi yang jadi masalah saat masjid dipolitisasi untuk kepentingan dan tujuan politik tertentu,” tegasnya dalam Silaturrahim Takmir Masjid se-DKI Jakarta di Masjid Ahmad Yani, Menteng, Rabu (25/4).

Dalam kegiatan yang mengambil tema, Mengembalikan Fungsi Masjid sebagai Media Penyampai Pesan Kedamaian dan Pemersatu Bangsa, Soleh Sofyan mengajak seluruh umat Islam menggunakan masjid sebagai alat pemersatu bangsa.  Terkait politisasi masjid ini, Soleh Sofyan mengibaratkan jika 18 parpol berbicara di dalam masjid dengan mengatasnamakan tujuan politik.

“Apa itu tidak jadi kacau dan tidak jadi masalah? Tapi jika politik itu membicarakan tentang tujuan baik Negara, itu malah bagus, karena fungsi masjid itu dalam rangka mengembangkan Negara. Tapi kalau mempolitisasi masjid untuk kepentingan kelompok masing-masing parpol itu akan menjadi perpecahan umat,” nilainya.

“Politisasi masjid itu berarti membicarakan, mengangkat, atau menarik-narik umat untuk tujuan politik tertentu.”

Ia menilai, masing-masing parpol itu adalah anak bangsa, dan mereka pasti punya tujuan baik dalam membangun bangsa. “Yang baik kita kembangkan kebaikannya yang buruk kita tinggalkan. Yang terpenting adalah, masjid sebagai sumber persatuan. Dari acara ini yang perlu diambil adalah jadikan masjid sebagai sumber persatuan umat. Itu yang terpenting,” tandasnya. (grd)