JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Dalam menyambut Hari Kartini, Universitas Budi Luhur (UBL) kembali mengadakan seminar dengan mengangkat tema “Kepemimpinan Politik Perempuan di Era Millenial”. Melalui Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM), UBL menyelenggarakan acara seminar yang merupakan perwujudan kepedulian Universitas Budi Luhur terhadap permasalahan politik yang tengah dihadapi oleh Bangsa Indonesia, serta wujud apresiasi terhadap perjuangan perempuan di ranah politik.

Seminar yang diadakan pada Jumat, 27 April 2018 di Teater Universitas Budi Luhur ini merupakan sebuah langkah positif untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan juga masyarakat umum agar dapat memiliki wadah dan pengetahuan seputar politik serta peran penting perempuan dalam ranah politik Indonesia. Dalam kesempatan ini, turut hadir dihadiri Ketua Yayasan Budi Luhur Cakti, Kasih Hanggoro MBA., Deputi Rektor Bidang Akademik  Dr. Wendi Usino, Wakil Dekan Fikom, Dr. Nawiroh Vera dan Manager Humas UBL Linda Islami MSi  serta dosen dan 150 mahasiswa.

Universitas Budi Luhur juga menghadirkan Airin Rachmi Diany selaku Walikota Tangerang Selatan yang saat itu diwakili Kadisperindag Tangsel Maya Mardiana dan Anggota Komisi X DPR-RI Ledia Hanifah Amaliah sebagai pembicara dalam seminar yang dipimpin Dosen Komunikasi Politik Universitas Budi Luhur, Dr. Umaimah Wahid, M.Si selaku moderator. Kedua pembicara merupakan representasi dari perjuangan dan dedikasi perempuan dalam membangun masyarakat Indonesia melalui ranah politik.

Melalui seminar ini, UBL mengharapkan mahasiswanya agar lebih memahami dan peduli dengan dunia politik Indonesia. Karena pemuda merupakan pemilih potensial yang dapat menentukan nasib Bangsa Indonesia melalui pemimpin yang mereka pilih.

Seminar ini menurut Dr. Umaimah Wahid bertujuan untuk mengapresiasikan semangat Kartini dalam kehidupan sehari-hari. “Ini bagian dari mata kuliah ilmu komunikasi politik di mana perempuan juga bisa berpolitik. Karena itu melalui acara ini kami ingin memberi pemahaman dan merubah persepsi sehingga mahasiswa bisa belajar lebih kreatif. Kita boleh maju tapi tetap berpegang pada nilai-nilai budi luhur yang kita punya,” ujar Umaimah usai seminar.

Di sisi lain, menurut Ledia Hanifah Amaliah kesadaran di bidang akademis untuk melibatkan lebih banyak mahasiswa tidak boleh ada jarak dengan politik. “Ini bagian dari hal yang positif, komunikasi politik diajarkan dalam bentuk praktik, bagaimana berkomunikasi dengan politisi, dan mahasiswa diberi kesempatan untuk itu,” ujar Ledia.

Sementara itu Linda Islami MSi menyatakan, Kartini menjadi inspirasi wanita di Indonesia. “Kita sebagai wanita dan seorang Ibu harus kreatif dan terus berkarya di bidangnya. Dapat mendidik anak-anaknya dengan hati bahagia sehingga bisa melahirkan anak-anak yang ceria, cerdas dan berbudi luhur,” cetus Linda Islami. (grd)