Malang ( Bisnis Jakarta ) – Universitas Brawijaya (UB) Malang terus berupaya mematangkan konsep pembentukan akademi sepak bola sebagai salah satu wujud tri dharma perguruan tinggi dengan peduli terhadap dunia persepakbolaan di Tanah Air.

Rektor UB Malang Prof Muhammad Bisri di Malang, Jumat mengatakan pembentukan akademi sepak bola tersebut sebagai bentuk kepedulian perguruan tinggi di bidang olahraga. “Saat ini UB masih mematangkan konsep sebelum meluncurkan akademi tersebut,” katanya di Malang, Jawa Timur.

Ia mengemukakan UB pernah mendapatkan tawaran S2 sport management dari Selandia Baru untuk mempelajari dan menciptakan sport science dengan tujuan secara kolektif mewujudkan sebuah program latihan atau materi untuk meningkatkan daya saing dalam menghadapi sebuah pertandingan atau kompetisi.

Menurut dia, saat ini pihaknya masih menyiapkan infrastruktur pendukung. “Kami ingin membantu negara untuk mewujudkan sepak bola sebagai salah satu kebanggaan Indonesia dan pemersatu bangsa,” ucapnya.

Selain itu, lanjutnya, prestasi olahraga sepak bola juga bisa dibangun melalui kolaborasi tiga perguruan tinggi besar, yaitu UB, Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Tiga perguruan besar ini membahas sport science bagi pemain sepak bola.

“Namun, yang pertama, ayo kita buat sekolah akademi sepak bola dulu sebagai wadah untuk mencetak pesepak bola andal, mumpuni dan berprestasi cemerlang agar bisa mendunia,” katanya.

Sebelumnya Ketua PSSI Joko Driyono di hadapan para pejabat rektorat UB (Kamis, 26/4) menyampaikan keinginananya kepada perguruan tinggi untuk dapat melakukan kerja sama, seperti mendiskusikan sepak bola dalam perspektif dunia.

“UB akan membangun akademi, PSSI ingin berdampingan dengan universitas, khususnya dengan UB, karena esensinnya sepak bola sekarang ‘talent is not enough’, tapi juga harus menerapkan sport science. Kami sebagai pelatih dan pemain, jika bicara tentang sport science, biomekanik, kepelatihan, dan psikologi itu sulit. Kami sangat senang jika di kampus didiskusikan sepak bola dalam perspektif dunia,” ujarnya.

Senada dengan Joko Driyono, Ketua panitia Trofeo Prof Candra Fajri Ananda mengatakan ada beberapa hal positif dari permainan sepak bola. “Sepak bola mengajarkan bahwa terkadang permainan strategi dan kecepatan memang diperlukan. Namun dari itu semua, sportivitas lebih penting,” ucapnya.(ant)