London ( Bisnis Jakarta ) – Pertandingan terakhir Arsene Wenger di Old Trafford sebagai manajer Arsenal berakhir dengan kekalahan, di mana tandukan pada fase akhir pertandingan yang dilepaskan pemain pengganti Marouane Fellaini membuat tim peringkat kedua Manchester United meraih kemenangan 2-1 di Liga Inggris pada Minggu.

Paul Pogba membawa United memimpin pada menit ke-16, sebelum Henrikh Mkhitaryan, yang didatangkan dari United pada Januari, menyamakan kedudukan untuk Arsenal, enam menit sebelum turun minum.

Kelihatannya tim lapis kedua Arsenal yang berisi banyak pemain muda kelihatannya akan membawa pulang hasil imbang sebelum pemain Belgia Marouane Fellaini menyambar umpan silang dari Ashley Young untuk mengunci kemenangan bagi pasukan Jose Mourinho dan mengamankan tiket mereka ke Liga Champions musim depan.

“OK, berkembang di banyak level namun tidak cukup untuk berada di peringkat pertama justru di peringkat kedua dan tidak cukup untuk memenangi Liga Champions, justru Liga Europa,” kata Mourinho kepada para pewarta.

“Namun cukup untuk finis di peringkat kedua, untuk stabil sehingga dapat memenangi sejumlah trofi untuk mencapai beberapa final namun kami perlu berbuat lebih,” tambahnya.

Wenger, yang akan meninggalkan Arsenal pada akhir musim ini, belum pernah mencicipi kemenangan di markas United selama sepuluh tahun dan tidak pernah mendapatkan kemenangan atas tim yang dilatih Mourinho di Liga Inggris.

Pria Prancis itu, yang sempat mengawinkan Liga Inggris dan Piala FA di Old Trafford pada 2002, menjadi pusat perhatian sebelum pertandingan ketika ia diberikan hadiah oleh mantan manajer United Alex Ferguson dan Mourinho, dan ia juga mendapat sambutan hangat dari para penonton.

Namun meski masa lalu menjadi hal yang melekat kepadanya, Wenger juga menatap ke masa depan.

Dengan lawatan ke Madrid untuk menghadapi Atletico akan dimainkan pada Kamis pada leg kedua semifinal Liga Europa, di mana pada leg pertama pertandingan berakhir imbang 1-1, Wenger melakukan sejumlah perubahan, memberikan kesempatan debut kepada bek 21 tahun asal Yunani Konstantinos Mavropanos.

Tim termuda Ini merupakan tim termuda yang dimainkan di Liga Inggris oleh Wenger untuk hampir tujuh tahun namun dengan Liga Europa menawarkan satu-satunya peluang untuk berpartisipasi di Liga Champions musim depan untuk timnya yang menghuni peringkat keenam, ini merupakan keputusan yang dapat dipahami.

Dengan absennya Mesut Ozil, Aaron Ramsey, atau Alexandre Lacazette, Arsenal mengandalkan para pemain mudanya dan sempat terbersit sedikit harapan.

Namun justru United yang memberikan luka pertama ketika Pogba merangsek dari tengah lapangan dan mengoper kepada Romelu Lukaku, yang umpan silangnya ditanduk ke mistar gawang oleh mantan penyerang Arsenal Alexis Sanchez dan Pogba mampu mengonversinya.

Walau demikian itu merupakan babak pertama yang berlangsung kurang menarik, dengan hanya ada sedikit tensi dibandingkan kunjungan-kunjungan lain Wenger ke Old Trafford, meski Mkhitaryan hampir mencetak gol dan pemain United Young mengirimkan umpan silang yang membentur tiang gawang.

Tuan rumah hampir tidak menemui masalah namun mereka kurang tajam dan mereka masih selamat dari tandukan Reiss Nelson melebar sebelum turun minum.

“The Gunners” kemudian mampu menyamakan kedudukan, enam menit setelah babak kedua dimulai ketika Mkhitaryan dapat berlari ke kotak penalti United sebelum menaklukkan David de Gea dengan sepakan akuratnya.

Fellaini dimasukkan untuk menambah bobot United dan — bukan untuk pertama kalinya — formula itu berfungsi dengan baik.

Tandukannya mengenai tiang gawang namun upaya tindak lanjut dari Marcus Rashford dinyatakan offside, sebelum United kembali mencoba pendekatan serupa, pemain Belgia itu melompat untuk menanduk umpan silang Young dan membawa pasukan Mourinho berada di jalur yang tepat untuk finis di urutan kedua.

Mereka unggul lima poin atas tim peringkat ketiga Liverpool, namun tertinggal 16 poin dari tim juara Manchester City dengan tiga pertandingan tersisa.

Bagi Wenger, merupakan suatu kepuasan tersendiri untuk melihat para pemain mudanya dapat bersaing dengan tim-tim teratas.

“Ini merupakan ketidak beruntungan karena kami memiliki penamilan positif namun kami membayar untuk kelelahan pada 20 menit terakhir dari para pemain yang tidak terbiasa dengan itu. Mereka tampil sangat bagus pada sebagian besar jalannya permainan. Sayangnya mereka tidak mendapat penghargaan untuk itu,” tuturnya.(ant)