Manado ( Bisnis Jakarta ) – Tercatat 64 pebulutangkis muda dari enam kategori yakni U-11, U-13, U-15 putra dan putri bertarung pada hari terakhir audisi Umum Djarum Beasiswa berlangsung di GOR Arie Lasut, Manado, Sulawesi Utara, Senin.

Puluhan pebulutangkis tersebut akan “berebut” tiket untuk melaju ke babak Final Audisi di Kudus, Jawa Tengah.

Anggota Tim Pencari Bakat Djarum Richard Mainaky mengatakan cukup terkejut dengan kegigihan atlet-atlet muda yang mengikuti Audisi Umum kali ini di Manado.

“Saya cukup terkejut melihat penampilan para pebulutangkis muda tersebut. Skill dan kemampuan anak-anak cukup oke, dan bisa diasah kembali jika kelak nantinya masuk PB Djarum,” kata pelatih yang sukses menangani ganda campuran kebanggaan Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir ini.

Ia mengatakan gigih bertarung di lapangan dan memiliki jiwa tidak mau kalah di usia dini merupakan modal awal yang baik untuk menjadi seorang atlet “jadi”.

Ia juga menyoroti pentingnya pelatih bagi para atlet berbakat yang mengikuti audisi Umum.

Di usia dini, menurutnya, pelatih dapat memegang peran penting dalam membentuk karakter anak didiknya.

“Pelatih itu adalah motivator sekaligus orang tua, sehingga tidak hanya masalah teknis di bulutangkis menjadi perhatian, tetapu juga sisinlain seperti ‘attitude’ yang menjadi salah satu hal penting dalam karakter seorang anak,” katanya.

Puluhan pebulutangkis yang bertarung di hari terakhir audisi tersebut terdiri U-11 puteri delapan peserta, U-11 putera 16 peserta, U-13 putri delapan peserta, U- 13 Putera 16 peserta, U- 15 putri delapan peserta dan U-15 putra delapan peserta.

Pemantauan terhadap bakat-bakat muda di Manado dilakukan secara langsung para legenda bulutangkis Indonesia serta pelatih PB Djarum yang termasuk dalam Tim Pencari Bakat terdiri Chrisian Hadinata, Fung Permadi, Bobby Ertanto, Lius Pongoh, Luluk Hadiyanto, Engga Setiawan, Denny Kantono, Richard Mainaky, Meliana Jauhari dan Shendy Puspa.(ant)