JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Salah satu keunggulan aplikasi digital adalah sifatnya yang sangat luas baik untuk cakupan wilayah, kelompok usia, bidang tertentu maupun kategori lainnya termasuk dunia pendidikan.

Keunggulan itu yang ditangkap sekelompok anak muda dengan menciptakan aplikasi digital Ruangguru, sebuah aplikasi dengan solusi belajar terlengkap untuk segala kesulitan belajar.

Kreatifitas dan inovasi dari generasi milenial anak muda Indonesia itu, menginsiprasi PDI Perjuangan untuk memanfaatkan aplikasi ini dengan menggabungkan pada potensi yang dimiliki partai. Untuk itu, PDI Perjuangan, sudah menyiapkan pendidikan kepartaian berbasis online.

Hal itu terungkap saat Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto berkunjung ke Kantor Ruangguru di Jalan Tebet Barat Dalam Raya No.22, Jakarta Selatan, Jumat (4/5). Hasto didampingi, Ketua Tim Leader Project, Azwar Anas yang juga Bupati Banyuwangi serta Ketua DPP PDIP Bidang Perempuan dan Anak, Wiryanti Sukamdani.

Dengan mengadopsi cara belajar Ruangguru, PDIP akan melakukan kaderisasi di bidang pendidikan kepartaian berbasis aplikasi digital.

“Karena itulah PDIP akan mendorong seluruh kepala daerah kami, untuk bekerja sama dengan Ruangguru ini, dan partai juga terus melakukan modernisasi terhadap sistem kaderisasi tetapi tetap berdasarkan Pancasila hanya mediumnya melalui pendekatan modernitas,” kata Hasto.

Menurut Hasto, DPP PDI Perjuangan telah menugaskan Azwar Anas sebagai Tim Leadernya, bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) dan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti.

Para kepala daerah itu akan menjadikan daerahnya sebagai proyek percontohan untuk mengimplementasikan bagaimana partai bisa hadir di ruang-ruang publik dengan cara-cara yang modern dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Lebih jauh, Hasto mengungkapkan terobosan yang dibuat oleh pendiri merangkap CEO Ruangguru, Adamas Belva Syah Devara (Belva) ini bahkan telah mendapat perhatian Presiden Joko Widodo dan telah diundang beberapa kali ke istana.

“Karena itulah Pak Jokowi menghadirkan perhatian yang begitu besar. Kalau beliau (Jokowi) sudah bertemu beberapa kali dengan Mas Belva bahkan diundang dalam rapat kabinet. Maka kami datang ke sini, nyambung dengan apa yang dilakukan Pak Jokowi, sebagai partai pengusung utama beliau,” kata Hasto.

Hasto menyebut, Indonesia memiliki lebih dari 52 juta pelajar. Mereka adalah tunas negeri yang harus kita siapkan menjadi generasi yang akan membawa bangsa semakin maju dan berdaya saing di masa depan.

Namun, tantangan seperti faktor geografis, minimnya jumlah guru, menjadi pekerjaan rumah bersama. Tantangan dan problem rakyat itu, dinilai Hasto bisa dijawab oleh inovasi-inovasi sosial berbasis teknologi.

‚ÄúDengan kehadiran platform berbasis digital seperti Ruangguru dan sejumlah platform lainnya, kita mendorong pemerataan kualitas pendidikan. Anak-anak di desa bisa mendapat pembelajaran tambahan berkualitas secara online,” katanya.

CEO Ruangguru Adamas Belva Syah Devara menyambut baik kunjungan PDI Perjuangan. Para pelajar di berbagai daerah bisa belajar melalui instrumen teknologi tanpa terikat batas geografis dan waktu.

Ruangguru merupakan perusahaan teknologi terbesar dan terlengkap di Indonesia yang berfokus pada layanan berbasis pendidikan dan telah memiliki lebih dari 6 juta pengguna serta telah mengelola lebih dari 150.000 guru yang menawarkan jasa di lebih dari 100 bidang pelajaran.

Perusahaan ini didirikan sejak tahun 2014 oleh Belva Devara dan Iman Usman, yang keduanya berhasil masuk dalam jajaran pengusaha sukses di bawah 30 tahun oleh Majalah Forbes untuk kategori teknologi konsumen di Asia. (har)