TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Dua Sekolah Dasar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kondisinya memprihatinkan. Hal ini lantaran para siswanya terpaksa menggelar Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di dalam ruangan yang penuh dengan tumpukan bangku. “Banyak pengaduan dari orang tua murid yang mengeluhkan kondisi sekolah putra putrinya. Kita juga jadi prihatin dengan kondisi sekolah seperti ini,” ungkap anggota Komisi lV DPRD Kota Tangsel, Undang Kasi Ujar.

Lebih lanjut Undang mengatakan, seharusnya pelajar yang mengikuti USBN di hari pertamanya itu, dibutuhkan situasi yang tenang untuk mengerjakan soal-soal ujian. Akan tetapi, dengan kondisi yang ada, akan mengganggu pelajar dalam mengerjakan soal-soal ujian. “Saya merasa miris dengan pelaksanaan USBN di lokasi ini. Mereka juga butuh ketenangan dalam mengikuti ujian ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SDN Pondok Pucung 01, Mariyah mengatakan bahwa sejak dilakukan pembongkaran gedung sekolah pada Agustus 2017 lalu, semua siswa menempati ruang kelas seadanya. Bahkan, para siswa juga rela belajar di bawah tumpukan bangku-bangku sekolah yang belum digunakan. “Kita juga menempati ruang aula bekas kantor kelurahan Pondok Pucung. Memang cukup berisik karena dekat ke jalan raya. Tapi mau bagaimana lagi, proses belajar mengajar harus tetap berjalan walau kondisinya serba apa adanya,” ujarnya.

Meski begitu, dengan kondisi ruang kelas yang tidak memadai seperti ini, diakui Mariyah, tentu sangat mengganggu. Dia pun berharap agar dinas yang menangani pembangunan gedung sekolah secepatnya melakukan tindakan demi lancarnya proses belajar siswa. “Kami kepinginnya cepat selesai. Karena dengan kondisi ruangan seperti ini, sangat mengganggu,” tandasnya. (nov)