DENPASAR (Bisnis Jakarta) – Hasil kurang menggembirakan dialami Bali United dalam tiga laga terakhirnya. Dua kali bermain di kandang dan sekali di kandang lawan berakhir dengan kekalahan. Pada laga melawan Sriwijaya FC yang berakhir dengan skor 3-4 Sabtu (5/5) kemarin, terpampang spanduk bertuliskan ‘Ada Apa Denganmu?’ dengan dua logo Bali Untied mengapitnya. Apalagi pertandingan penting tersebut berakhir dengan kekalahan, spanduk tersebut seolah-olah makin mempertegas pertanyaan, apa ada yang salah di tubuh Bali United musim ini?

Striker Bali United Ilija Spasojevic yang hadir dalam pertemuan dengan elemen suporter siang kemarin mengatakan, kompetisi Liga 1 musim ini jauh lebih sulit dibandingkan tahun sebelumnya. Ia memberi contoh juara bertahan Bhayangkara FC juga belum menemukan performa terbaiknya saat ini.

“Kami memang merasa bila tim lain mengalami progres yang positif di kompetisi tahun ini. Semua tim yang melawan kami pasti memiliki motivasi lebih untuk mengalahkan kami. Kita lihat juga Bhayangkara FC yang tahun lalu bersama Bali United menjadi dua tim terbaik, tapi saat ini juga kesulitan meraih kemenangan. Kami akan berusaha kerja keras lagi untuk meraih hasil terbaik di pertandingan berikutnya. Saya yakin kami mampu,” ujar Spaso, dikutip dari laman resmi klub.

Penyerang Bali United lainnya yang juga hadir dalam pertemuan tersebut, Irfan Bachdim menegaskan seluruh pemain merasa sangat bangga bisa memperkuat tim Serdadu Tridatu.

“Satu hal yang musti diketahui para suporter adalah kita semua dari pemain memiliki rasa bangga yang luar biasa ketika bermain untuk Bali United. Kami juga sangat terpukul dengan hasil yang kami raih di beberapa pertandingan terakhir. Tapi kami akan segera bangkit di pertandingan selanjutnya,” ujar Irfan Bachdim.

Selanjutnya di pekan kedelapan, Bali United akan melawat ke kandang Mitra Kukar, pada Jumat (11/5) mendatang di Stadion Aji Imbut, Tenggarong. Itu artinya masih ada waktu sekitar 4 hari untuk memperbaiki kualitas tim yang tengah terpuruk belakangan ini. Kemenangan menjadi harga mati bagi Fadil Sausu dan kawan-kawan jika tak ingin makin terpuruk di klasemen, dan tingkat keraguan fans makin meningkat terhadap tim ini. (grd)