JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Direktorat Jenderal Kementerian Keuangan menyediakan aplikasi e-Faktur terbaru yaitu versi 2.1 untuk meningkatkan kualitas layanan perpajakan bagi para pengusaha kena pajak.

“Penyempurnaan aplikasi e-Faktur ini memperbaiki beberapa kekurangan pada versi sebelumnya,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Hestu Yoga Saksama dalam pernyataan resmi yang di Jakarta, Rabu (9/5).

Kekurangan pada aplikasi e-Faktur versi sebelumnya antara lain gagal impor data faktur yang berasal dari cabang pada aplikasi pusat, tidak bisa melakukan retur faktur pajak sebelum berlakunya e-Faktur (Non Etax), pajak masukan yang terekam ganda pada saat melakukan penggantian, dan berhasil pada saat upload  Faktur sehingga menyebabkan data di SPT ganda, gagal cetak faktur pajak melalui aplikasi client dan Heap Memory Space pada saat membuat file SPT karena data yang besar.

Sementara itu, fitur tambahan pada e-Faktur versi 2.1 ini termasuk field baru untuk memasukkan nomor identitas (NIK atau nomor paspor) dalam hal lawan transaksi tidak memiliki NPWP, serta penambahan fungsi ekspor data Retur Dokumen Lain Pajak Keluaran dan Retur Dokumen Lain Pajak Masukan.

Fitur baru yang lain adalah penambahan validasi wajib pilih Restitusi atau Kompensasi pada saat pembuatan SPT PPN yang statusnya Lebih Bayar, serta fitur watermark “BATAL” atau “DIGANTI” pada saat download file PDF faktur yang telah dibatalkan atau diganti.

Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas, penting untuk diketahui bahwa akan dilakukan down-time pada aplikasi e-Nofa dan e-Faktur yang akan dimulai pada Senin 14 Mei 2018 jam 17.00 WIB sampai dengan Selasa 15 Mei 2018 jam 07.00 WIB.

Selama masa down-time tersebut Pengusaha Kena Pajak tidak dapat mengakses aplikasi tersebut, terutama untuk pelayanan permintaan Nomor Seri Faktur Pajak secara online dan permintaan persetujuan (upload) e-Faktur. Aplikasi e-Faktur Desktop tetap dapat digunakan untuk membuat SPT Masa PPN 1111.

Untuk memperbarui aplikasi e-Faktur ke versi 2.1, pengguna aplikasi diimbau untuk melakukan back-up database (folder db yang sedang digunakan) guna mencegah terjadinya kesalahan (corrupt database e-Faktur)dan menyalin database (folder db) di aplikasi lama yang kemudian dipindahkan dalam folder aplikasi e-Faktur terbaru.

Bagi Pengusaha Kena Pajak yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai proses instalasi dan update aplikasi e-Faktur dapat menghubungi Kring Pajak di 1500 200 atau Kantor Pelayanan Pajak terdekat. Aplikasi e-Faktur versi 2.1 sendiri dapat diunduh mulai Rabu ini di alamat https://efaktur.pajak.go.id/aplikasi. (grd)