Washington ( Bisnis Jakarta ) – Chris Paul mencetak 41 poin, dan PJ Trucker memasukkan 19 poin ketika Houston Rockets menaklukkan tamunya Utah Jazz dengan skor 112-102 pada Selasa, untuk memastikan tiket semifinal Wilayah Barat mereka dalam lima pertandingan.

Paul, yang mencetak 20 poin pada kuarter keempat, total mencatatkan tujuh rebound dengan sepuluh assist (dan tanpa turnover) saat mengunci kemenangan. Ia memasukkan delapan dari sepuluh percobaan lemparan tiga poin dan bekerja sama dengan Tucker untuk meredam Jazz dengan torehan 13 poin beruntun sebelum memberi umpan kepada Tucker untuk menorehkan tembakan tiga poin yang membuat Houston memimpin 110-100 dengan 35 detik tersisa.

Tucker memasukkan lima dari tujuh lemparan tiga poin dan membantu Rockets mengatasi penampilan kurang maksimal kandidat MVP James Harden, yang total mencatatkan 18 poin melalui tujuh keberhasilan dari 22 tembakan, dan Eric Gordon, yang gagal memasukkan enam dari delapan tembakan dan mengukir lima poin. Tanpa Paul dan Tucker, Houston memasukkan lima dari 22 lemparan tiga poin.

“Kami tahu apa yang dipertaruhkan,” kata Harden saat diwawancarai setelah pertandingan. “Kami tidak ingin kembali ke Utah.” Rockets melaju ke final Wilayah Barat untuk pertama kalinya dalam empat musim. Paul akan melakukannya untuk pertama kalinya dalam 13 tahun kariernya setelah memainkan 86 pertandingan pascamusim.

“Kami akan menikmati malam ini namun bersiap untuk siapapun yang kami hadapi berikutnya,” kata Paul kepada TNT setelah pertandingan.

Pemain rookie Donovan Mitchell memimpin Utah dengan 24 poin namun meninggalkan lapangan karena cedera kaki kiri saat waktu menunjukkan 7:09 pada kuarter keempat dan tidak kembali lagi. Alex Burks menambahi 22 poin sebagai pemain pengganti, sedangkan Royce O’Neale mencetak 17 poin. Rudy Gobert menampilkan salah satu permainan terbaiknya dengan torehan 12 poin, sembilan rebound, dan lima block.

“Menurut saya cara bermainnya telah berkembang, (Mitchell) berada di situasi pada seri ini, itu adalah hal yang unik,” kata pelatih Jazz Quin Snyder.

“Untuk menguasai bola dan meminta laju serangan yang bagus sebagaimana Houston? Ia hanya terus bersaing… Anda lihat, ia bermain dengan gembira. Ia senang untuk memainkannya, senang untuk melatih. Sangat bangga terhadap dia dan usahanya. Ia mengetahuinya.” Mitchell mengambil alih tim pada kuarter ketiga dan memimpin Jazz untuk bangkit. Setelah Houston meraih keunggulan 11 poin melalui dua lemparan bebas clint Capella saat waktu menunjukkan 7:16, Mitchell memicu laju 12-0 melalui “step back jumper,” layup melalui pelanggaran, dan assist terhadap lemparan tiga poin Burks. Utah mengejar 64-63 melalui poin Burks.

Mitchell mencetak 14 poin terakhir pada kuarter ketiga untuk Jazz, mengganggu setiap pemain bertahan yang dikirimkan Rockets. Ia menyelesaikan sebagian besar pekerjaannya melalui dribble, menggunakan kecepatannya untuk melaju ke ring basket. Dengan waktu tersisa 1:16 pada periode itu, Mitchell melakukan layup untuk mengubah kedudukan menjadi 78-72 menuju kuarter keempat.

“Itu seperti adik saya,” kata Paul kepada TNT mengenai Mitchell. “Saya berbicara kepada dia sepanjang waktu. Saya tidak pernah berbicara kepada dia sekalipun pada rangkaian seri ini. Saya katakan kepada dia (setelah pertandingan), “Seri yang melelahkan. Semoga cepat pulih”.” Paul menjadi sosok instrumental dalam membangun keunggulan Rockets menjelang turun minum, tampil gemilang dalam mencetak poin sebelum mengemas tembakan tiga poin beruntun pada menit terakhir babak pertama.

“Ia hanya ingin kami menang,” kata pelatih Rockets Mike D’Antoni mengenai Paul. “Penampilannya malam ini luar biasa… Kami berlari dengan sedikit asap. Pesan (Paul) (saat tim berkumpul adalah), “Tidak seorang pun lelah. Itu hanya kondisi pikiran!”(ant)