JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Kementerian Koperasi dan UKM mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi KUMKM bidang ekspor melalui standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI) di Medan, Sumut. Kegiatan pelatihan ini melibatkan 30 UKM setempat. “”Sasaran utama tersedianya pelaku UKM yang terampil dan berwawasan luas mengelola ekspor dalam menghadapi pasar bebas (MEA),” kata Deputi Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM Prakoso BS dslam suaran pers yabg diterima di Jakarta, Kamis (10/5).

Prakoso berharap melalui pelatihan ini, UKM dapat memiliki sertifikasi di bidang ekspor sehingga dapat melakukan ekspor produknya sendiri ke pasar luar negeri. Dengan demikian dapat menghemat biaya jasa ekspor.

Menurut Prawira, salah satu peserta pelatihan dari Sapu Lidi, pelatihan sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan  dan memahami istilah eksportir dengan segala peraturan yang harus dipenuhi, sehingga menambah wawasan untuk dapat bergerak dalam pengembangan ekspor yang lain. “Melalui pelatihan dapat membuka jaringan usaha (networking) baik antara peserta pelatihan ekspor ataupun dengan eksportir Indonesia yang telah berhasil, sehingga dapat saling bekerja sama dalam jasa ekspor,” ungkap Prawira.

Asisten Deputi Penelitian dan Pengkajian KUMKM Christina Agustin mengatakan sebenarnya ada tiga jenis pelatihan yang mereka gelar tersebut. Tujuannya untuk melaksanakan strategi kebijakan pemerintah dalam peningkatan kualitas SDM dan peningkatan nilai tambah produk dan jangkauan pemasaran.

Selain peningkatan kapasitas SDM bagi KUMKM bidang ekspor melalui SKKNI, pihaknya juga mengadakan pelatihan pengawasan koperasi sebanyak 30 peserta, dan pelatihan vocational berbasis e-commerce (online) sebanyak 30 peserta. “Bertindak sebagai pelatih atau instruktur dalam kegiatan pelatihan adalah tim instruktur yang ahli dan sudah cukup berpengalaman dalam bidangnya,” jelas Christina.

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan para peserta dapat mengaplikasikan teori yang disampaikan oleh instruktur, peserta termotivasi dan memiliki inspirasi dalam mengembangkan usahanya, maupun peserta dapat memiliki networking atau jaringan usaha. “Sedangkan peserta dari kalangan pengurus koperasi diharapkan dapat meningkatkan kinerjanya dalam pengelolaan koperasi,” tutup Christina. (son)