DEPOK (Bisnis Jakarta) – Kasat Lantas Polresta Depok, Kompol Sutomo mendata terhitung sejak 26 April, Operasi Patuh Jaya 2018 yang digelar Satlantas Polresta Depok diklaim telah menjaring 6.546 kendaraan roda empat maupun roda dua. Bahkan Jumlah tersebut bakal meningkat seiring masih tersisanya satu hari yang akan berakhir pada Rabu, 9 Mei 2018.

“Dari jumlah kendaraan yang terjaring diantaranya 3.094 diberikan sanksi tilang dan sisanya berupa tindakan teguran 3.452.” ungkapnya. Menurutnya jumlah pelanggar terbanyak masih didominasi penggunaan sepeda motor, terutama pengguna yang melawan arus. Selanjutnya banyak pula angkutan umum (angkot) yang masih mencari dan menurunkan penumpang tidak pada tempatnya.

“Masih banyak motor tindakan membahayakan seperti melawan arus. Sedang angkot ngetem menaikturunkan penumpang di sembarang tempat,” jelasnya.

Pihaknya berharap, meski pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2018, masih berlangsung satu hari mendatang. Namun dengan sosialisasi keselamatan berlalu lintas pelanggar tidak semakin banyak. Untuk itu Operasi kendaraan kerap difokuskan di daerah Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) dan Jalan Juanda serta Jalan Raya Bogor.” Dihimbau setelah operasi selesai, agar warga terutama pengendara motor lebih taat dan tertib berlalu lintas di jalan, demi mengurangi angka kecelakaan.” Harapnya

Dikatakannya selama operasi berlangsung pihaknya menurunkan sekitar 300 personel gabungan TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan untuk ikut operasi dengan fokus penindakan pelanggaran seperti melawan arus, melanggar marka jalan, penggunaan helm SNI, dan mengemudi sambil menggunakan gadget atau handphone. (jif)