PALEMBANG (Bisnis Jakarta) – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) yang merupakan satuan kerja Kementerian Koperasi dan UKM mendukung penyelenggaraan Asian Games 2018, karena merupakan momentum pesta olahraga tersebesar rakyat Asia. “Dukungan kami yaitu bagaimana mendorong UKM di Sumatera Selatan bisa memanfaatkan momentum ini. Kita sokong dengan dana begulir ini,” kata Dirut LPDB-KUMKM Braman Setyo di Palembang, Kamis (10/5).

Usai pembukaan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Program Inklusif LPDB-KUMKM, Braman Setyo menyampaikan, Asian Games merupakan event yang sangat besar, karena itu pihaknya mencoba untuk bagaimana mengkomunikasikannya dengan dinas koperasi di Sumsel agar produk UKM bisa meramaikan momentum pesta olahraga rakyat Asia ini. “Saya berharap dinas koperasi bisa menampung misalnya ada UKM yang membuat cendera mata dan sebagainya,” katanya.

Khusus untuk Sumsel, Braman Setyo mengatakan, dalam 10 tahun terakhir sejak 2008 pihaknya telah menyalurkan dana Rp 211,2 miliar atau sekitar 2,4 persen dari total penyaluran LPDB-KUMKM.

Tahun lalu, kata Braman Setyo, pihaknya telah mengalokasikan anggaran dana bergulir untuk Sumsel sekitar Rp 39,8 miIiar, namun sangat disayangkan realisasinya tidak ada. Oleh karena itu, untuk menjadi perhatian khususnya bagi dinas yang membidangi Koperasi dan UKM di Provinsi Sumsel agar meningkatkan peran dalam merekomendasikan KUMKM potensial di wilayah binaannya.

Ia menyatakan, calon mitra LPDB-KUMKM dalam mengakses pinjaman/pembiayaan LPDB-KUMKM diberikan kemudahan akses karena pihaknya telah melakukan PKS dengan Dinas Koperasi dan UMKM tingkat Provinsi di seluruh Indonesia dan Perusahaan Penjamin yaitu PT Jamkrindo dan Jamkrida.

Selain itu, kata dia, calon mitra juga dapat langsung mengajukan permohonan pinjamannya ke LPDB maupun via pos.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumatera Selatan, Musiawati menyatakan, peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis program inklusif LPDB-KUMKM sebanyak 200 orang yang berasal dari 17 kabupaten dan kota di Sumsel. (son)