DEPOK (Bisnis Jakarta) – Pasca terjadi kekisruhan di sel tahanan Markas Komando Brimob, Cimanggis, Kota Depok Selasa (8/5) malam. Aparat kepolisian masih meningkatkan penjagaan dengan menutup ruas jalan Jalan Komjen M. Yasin, Akses UI dan memasang kawat berduri di pintu gerbang utama.

Kerusuhan yang melibatkan tahanan dan petugas berlangsung hingga Rabu dinihari, di akui menyebabkan sejumlah polisi terluka tetapi diketahui tak sampai menimbulkan korban jiwa. Sementara itu, Kepolisian juga masih menutup jalan Kelapa Dua, depan Mako Brimob dan mengalihkan arus lalu lintas kendaraan ke Jalan Tugu Cimanggis Depok.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Penmas) Mabes Polri Brigadir Jenderal M Iqbal, Rabu dini hari belum dapat menjelaskan lebih dalam penyebab kerusuhan karena masih penyelidikan. Namun, diakui bentrokan terjadi karena masalah sepele dan diklaim telah berhasil diredam. “Tindakan kami (kepolisian), melalui pendekatan persuasif,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya menepis terkait beredarnya isu ISIS yang mengklaim bertanggung jawab untuk mendalangi kerusuhan tersebut. Pihaknya juga menghimbau kepada warga tak mudah percaya terkait beredarnya berita yang berkembang di media sosial. “Isu di Medsos tidak benar Saya sudah menyaksikan tahapan kejadiannya sejak semalam hari di Lokasi.” Katanya.

Namun, secara singkat diketahui kejadian tersebut terjadi saat menjelang makan malam dimana tahanan mencoba membobol sel karena masalah sepele. Sesuai prosedurnya, sebelum makan diserahkan petugas wajib melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

Selain itu, korban dari pihak kepolisian hingga saat ini berjumlah empat orang. Mereka yakni Iptu Sulastri, Brigadir Lalu Abdul Haris, Briptu Hadi Nata, dan Bripda Rahmada. Mereka telah di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polri, Kramatjati, Jakarta Timur untuk mendapat perawatan karena sebagian mendapat luka serius. (jif)