TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Wacana penyetopan sementara pelaksanaan car free day (CFD) di sepanjang Jalan Raya Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) rencananya akan di hentikan sementara untuk mengantisipasi gesekan antar kelompok masyarakat menjelang pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2019. Wacana tersebut ternyata justru menuai protes sejumlah warga setempat. “Kami berharap kegiatan CFD yang dilaksanakan sehari dalam satu bulan tidak disetop sama sekali karena untuk masyarakat Tangsel tentunya sudah pada dewasa dan tidak akan mempergunakan kesempatan tersebut untuk hal yang tidak bermanfaat,” ungkap salah seorang warga, Tjipta.

Wilayah Kota Tangsel tentunya sangat beda dengan DKI Jakarta, dan tidak banyak masyarakat yang memiliki kepentingan berkaitan dengan kegiatan Pilpres tahun 2019 mendatang. “Kami hanya butuh ruang untuk berolahraga dan mengurangi polusi udara sehari saja dari kemacetan atau kepadatan arus lalulintas di sepanjang jalan tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie, mengatakan wacana menyetop atau menghentikan terlebih dulu kegiatan CFD di Jl. Raya serpong setelah adanya rapat koordinasi berkaitan program FCD yang dilakukan tiap awal bulan untuk menghindari gesekan antar kelompok masyarakat menjelang Pilpres tahun 2019 mendatang. “Dari pada dimanfaatkan oleh elite politik tertentu mendingan car free day dihentikan sementara,” ujarnya.

Pemberhentian dilakukan mulai bulan puasa atau Ramadhan 1439 hijriah hingga selesainya kegiatan pesta demokrasi atau Pilpres tahun 2019 mendatang dengan pertimbangan dari Pemkot Tangsel bahwa tidak mungkin selama bulan puasa digelar CFD. Serta beresiko besar muncul pro dan kontra yang dapat mengancam gangguan kondusivitas wilayah. “Tapi wacana itu belum final karena proses pembahasan masih akan dilakukan dengan melibatkan aparat penegak hukum. Laporan awal memang begitu tapi sekarang masih dikoordinasikan,” pungkasnya. (nov)