Kiev ( Bisnis Jakarta ) – Manajer Liverpool Juergen Klopp menyebut sejawatnya Zinedine Zidane sebagai “seorang petarung” sebelum final Liga Champions melawan Real Madrid, dan memuji pria Prancis itu untuk rekor menawannya di kompetisi elit Eropa meski belum lama menekuni dunia kepelatihan.

Zidane melompat dari pelatih tim cadangan Real menjadi pelatih tim pertama di raksasa Spanyol itu pada Januari 2016, dan sejauh ini ia telah memenangi sembilan trofi, termasuk dua trofi Liga Champions secara berturut-turut.

“Zidane merupakan seorang petarung sepanjang hidupnya, ketika Anda tumbuh di mana ia melakukannya di Marseille dan karier yang Anda miliki, Anda perlu seperti itu,” kata Klopp pada konferensi pers yang berlangsung pada Jumat.

“Ia merupakan salah satu dari lima pemain terbaik yang pernah ada, ia merupakan pemain bagus sehingga terlihat ia tidak perlu berjuang namun ia melakukannya.” “Saya telah berada di Liverpool lebih lama daripada ia menjadi pelatih dan ia dapat memenangi tiga Liga Champions secara berturut-turut, itu tidak pernah terjadi sebelumnya maka entah ia beruntung atau ia brilian, saya lebih condong untuk berpikir ia brilian, brilian sebagaimana ia saat masih menjadi pemain.” Real menjalani laju mendebarkan untuk menuju final, lolos dari perempat final dengan kemenangan agregat 4-3 atas Juventus berkat penalti di menit terakhir yang dibukukan Cristiano Ronaldo. Mereka juga selamat dari gempuran serangan di kedua leg saat menghadapi Bayern Munich di semifinal.

“Saya telah melihat timnya bermain, menurut saya itu adalah sepak bola fantastis, itu terorganisir ketika diperlukan, itu menjadi berantakan ketika diperlukan dan kemudian Anda memiliki semua pemain kelas dunia, maka menurut saya itu adalah ide bagus,” tutur Klopp mengenai Real asuhan Zidane.

Konferensi pers pelatih asal Jerman itu diwarnai gelak tawa dan ia tersenyum dengan opini bahwa Zidane kekurangan pengetahuan perihal taktik.

“Jika banyak orang berpikir Zidane tidak memiliki pengetahuan mengenai taktik — karena orang berpikir demikian tentang saya — itu akan menjadi benar-benar lucu,” tambah Klopp.

“Dua pelatih yang tidak tahu mengenai taktik ada di final. Apa yang dapat dikatakan mengenai pertandingannya?”.(ant)