Sejumlah pemudik bersepeda motor antre masuk ke kapal ferry pada H-4 Lebaran di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Senin (13/7). Sejak H-15 Lebaran hingga H-5 jumlah pemudik yang meninggalkan Pulau Dewata melalui Pelabuhan Gilimanuk tercatat sekitar 300 ribu orang dengan jumlah kendaraan sepeda motor 47 ribu unit dan mobil 43 ribu unit. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/aww/15.

NEGARA (Bisnis Jakarta) – Sebagai salah satu pintu gerbang Pulau Bali, Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana mendapatkan pengamanan total dari aparat gabungan. Bekerja sama dengan Polri, Kodim 1617 Jembrana mengerahkan anggota untuk membantu pengamanan di Pelabuhan Gilimanuk, kata Komandan Kodim 1617 Jembrana Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok di Negara.

Dengan adanya kejadian teror di Jawa, kata Dandim, sistem dan strategi pengamanan lebih ditingkatkan, baik di pintu masuk maupun keluar. Sistem pengamanan total itu, katanya lagi, sudah dibahas dalam rapat terpadu yang diikuti seluruh instansi terkait.

Selain pemeriksaan kendaraan dan barang yang berjalan seperti semula, pemeriksaan penumpang akan mengalami perubahan, atau mereka tidak lagi turun di areal parkir pos pemeriksaan, tetapi langsung dari kapal. Penumpang yang turun dari kapal akan diarahkan melalui jalur khusus. Mereka melewati pemeriksaan berlapis, baik dari aparat keamanan maupun petugas kependudukan.

“Yang masuk ke areal parkir pemeriksaan hanya kendaraan beserta sopirnya,” katanya.

Dalam melakukan pemeriksaan, menurut dia, antara petugas yang satu dan yang lainnya saling memberikan perlindungan untuk menghindari serangan mendadak dari pelaku teror. Khusus untuk TNI, selain dari Kodim, pasukan tempur dari Batalion Infanteri 741/Garuda Nusantara juga dikerahkan dengan senjata lengkap.

Dalam rapat terpadu sudah terbagi tugas masing-masing, termasuk menempatkan penembak jitu dari Brimob. Aparat untuk memeriksa kendaran, barang, dan penumpang paling banyak tetap dari kepolisian, sedang pihaknya memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan.

Dengan pengamanan ketat dan berlapis, termasuk bagi aparat keamanan, dia berharap arus mudik dan balik yang melewati Pelabuhan Gilimanuk berjalan lancar dan aman, termasuk bisa mencegah masuknya pelaku kejahatan, apalagi teroris ke Bali.

Saat arus balik pemudik rawan terjadi penyusupan dari pelaku teror karena saat itu arus kendaraan dan penumpang yang masuk ke Bali luar biasa banyak. Kendati demikian, pihaknya siap mencegah pelaku teror. Bahkan, seluruh anggota sudah dibekali ciri-ciri khas pelaku teror.

Kesiapsiagaan itu, antara lain, terlihat pada hari Kamis (24/5), Polsek Kawasan Laut Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali menyita senjata airsoft gun karena tidak dilengkapi dokumen yang sah.

“Saat memeriksa mobil barang pengangkut paket, ditemukan senjata jenis itu. Karena tidak ada dokumennya, airsoft gun itu disita,” kata Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Komisaris I Nyoman Subawa.

Warga Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana berinisial WS (58), sopir mobil paket tersebut, mengaku tidak tahu isi paket yang diangkut. Barang-barang yang diangkut berasal dari kantor paket di Surabaya dengan tujuan gudang paket di Denpasar.

“Saat ditemukan, airsoft gun itu dibungkus dengan kardus yang dilapisi kayu. Polisi tidak menemukan dokumen atau surat asal usul serta kepemilikan senjata tersebut,” kata Subawa.

Menurut Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kawasan Laut Gilimanuk Ajun Komisaris I Komang Muliyadi, airsoft gun ini jenis multiobjective training system. Karena ada alamat pengirim serta penerima, pihaknya akan memanggil mereka untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Saat ini senjata itu masih disita. Meskipun jenis airsoft gun, harus jelas asal usul berikut dokumen pendukungnya,” katanya.

Untuk menyeberangkan pemudik berikut kendaraannya, kata Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Gulimanuk Heru Wahyono, akan dikerahkan 32 kapal pada puncak arus mudik. Menurut dia, sebanyak 55 kapal siap beroperasi di Selat Bali. Namun, hanya 32 yang dikerahkan, sedangkan sisanya sebagai cadangan.

Terkait dengankondisi cuaca, juga menjadi perhatian pihaknya. Kalau cuaca buruk dan membahayakan kapal yang berlayar, seperti biasa penyeberangan sementara ditutup. “Yang paling penting adalah keselamatan penumpang,” katanya.

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, dan Perhubungan Jembrana I Made Dwi Maharimbawa membenarkan terminal kargo Gilimanuk akan digunakan menampung kendaraan pemudik. Terminal kargo itu bisa menampung 200 kendaraan jenis mobil pribadi yang akan digunakan jika terjadi kemacetan di jalan-jalan kampung arah pelabuhan. (grd/ant)