TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Program Sensus PBB dan Pertanahan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) 2018 saat ini sudah masuk dalam tahap pemetaan yang dilaksanakan serentak di empat kecamatan, yakni Serpong, Serpong Utara, Pondok Aren dan Kecamatan Pamulang. Selanjutnya akan masuk dalam tahap pendataan, yang juga akan dilaksanakan secara serentak.

“Saat ini, petugas RT (Rukun Tetangga) dan surveyer melakukan pendataan langsung di tiap RT. Ini dilakukan di untuk Kecamatan Serpong Utara dan Pondok Aren yang dilakukan bersama,” ungkap Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangsel, Dadang Sofyan.

Di Kecamatan Serpong Utara progresnya paling maju. Saat ini, Kecamatan Serpong Utara sudah menyelesaikan tahapan peta bidang. Ada pula dua kelurahan di kecamatan ini yang sudah menyetor data lahan.

“Kalau di Pondok Aren berbarengan pemetaan dan pendataan. Sementara di Pamulang, peta yang sudah dicetak baru tiga kelurahan. Untuk di Serpong, peta kerja sedang dalam proses cetak. Pemetaan ini penting, sebagai dasar untuk menuju tahapan selanjutnya,” imbuhnya.

Dadang menambahkan, petugas yang terjun langsung mengalami beragam kendala di lapangan. Namun, kendala itu menurutnya harus dilalui untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat, yakni menuju kebijakan one map policy atau kebijakan satu peta bersama.

“Kendalanya masyarakat untuk persyaratan dokumennya keberatan. Masyarakat merasa takut disalahgunakan. Jadi, petugas harus terus mengulang, memberikan sosialisasi tambahan kepada masyarakat agar mereka paham pentingnya program sensus PBB dan Pertanahan ini,” tandasnya.

Untuk diketahui, ada 281.000 bidang lahan yang akan disensus di empat kecamatan tersebut. Rinciannya, yakni di Kecamatan Pondok Aren 89 ribu bidang, Serpong 55.500 bidang lahan, Serpong Utara 51.500 bidang lahan dan Kecamatan Pamulang ada 85.000 bidang lahan. (nov)