JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur mengatakan, Indonesia saat ini masih kekurangan sekitar 700 ribu guru. Namun pemerintah tidak bisa membuat formasi guru tambahan, hanya merujuk pada kebutuhan. Namun, harus dipertimbangkan aspek belanja pegawai daerah terutama yang masih di atas 50 persen. Asman mengatakan hal itu usai memberikan arahan kepada CPNS Kemendikbud di Jakarta, Senin (28/5).

Aspek lainnya, kata Asman, sebaran guru yang masih timpang. Ada satu daerah kekurangan guru, tetapi di sisi lain ada daerah yang kelebihan. Asman mengatakan, ada 386 daerah yang belanja pegawainya di bawah 50 persen. ltu akan diperhitungkan. “Kami sedang mendata, daerah mana saja yang kekurangan guru. Itu yang akan diprioritaskan,” ucap Asman.

Selain membuka formasi guru CPNS, pemerintah juga akan mendata ulang jumlah guru honorer yang ada saat ini supaya diketahui jumlah terperincinya. Sebab, kata Asman, sampai 2014 sudah 1 juta orang guru honorer yang diangkat menjadi guru PNS. Namun ia heran mengapa jumlah honorernya masih banyak.

Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji tidak sependapat dengan Menteri PAN-RB Asman Abnur. Ia mengingatkan, pemerintah jangan asal sebut Indonesia masih kekurangan guru atau distribusi ‘si Pahlawan Tanpa Tanda Jasa’ tidak merata.

Tampil sebagai pembicara dalam diskusi Peluang Tata Kelola Guru di Bawah Pemerintah Pusat, Indra mengatakan, selama ini pemerintah mengabaikan rasio jumlah sekolah, guru, dan peserta didik, sehingga memunculkan anggapan Indonesia kekurangan guru.

Karena itu, Indra minta, pemerintah menghitung dengan cermat kebutuhan guru di suatu wilayah untuk menghilangkan pandangan keliru itu. Pemerintah perlu mengkaji dan menghitung kebutuhan guru, terutama dalam mengambil kebijakan di dunia pendidikan. “Pendidikan ini salah satu sektor berpengaruh, semua perlu diperhitungkan, lebih teliti lagi,” ucap dia.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Indonesia, jumlah guru mulai dari TK sampai SMA di Indonesia mencapai 3,1 juta. Namun, ratusan ribu guru dari jumlah itu masih berstatus sebagai honorer.

Selain Indra Charismiadji, Ngabuburit Media yang tergabung dalam Forum Wartawan Pendidikan (Fotadik) tentang Pendidikan bertema “Melihat Peluang Tata Kelola Guru di Bawah Pemerintah Pusat,” juga menghadirkan pembicara lainnya yaitu Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah, dan Sekjen PB PGRI Usman.

Diskusi melahirkan isu menarik seputar banyaknya persoalan guru. Mulai dari upaya peningkatan kualitas, kesejahteraan, sampai urusan tata kelola, dan distribusi guru. Seringkali karut marut distribusi guru menjadi benang merah kekurangan guru di berbagai daerah. (son)