DENPASAR (Bisnis Jakarta) – Ada satu tradisi yang dilakukan Bali United saat menyambut Hari Raya Galungan, Rabu (30/5) ini. Para pemain dan ofisial Bali United yang beragama Hindu tetap  melakukan kegiatan sebagaimana umumnya Umat Hindu di Bali lakukan. Di tengah padatnya jadwal kompetisi Liga 1, keluarga besar Bali United tampak bergotong royong membuat penjor dan dipasang di mes pemain Bali United.

Saat membuat penjor, sekitar enam pemain terlihat cukup antusias menikmati proses dari awal sampai selesai. Made Wardana, Agus Nova, Made Andhika, Gede Sukadana, Kadek Agung Widnyana dan Nyoman Sukarja terlihat sudah terbiasa merakit sarana wajib untuk menyambut Galungan tersebut.

Made Wardana yang baru saja selesai menjalani kursus kepelatihan C AFC, mengaku sangat senang dengan kebersamaan yang terjalin antar pemain Bali United. Menurutnya hal tersebut membuat dirinya merasakan berada di tengah-tengah keluarga kedua setelah keluarga di rumah.

“Tentunya sangat senang dengan kebersamaan ini. Dengan terus diterapkannya kegiatan seperti ini, kami merasa sudah seperti keluarga besar. Apalagi rekan-rekan pemain yang beragama non-Hindu juga sangat menghormati satu sama lain. Ini hal luar biasa untuk semakin mempererat kekeluargaan dalam tim ini,” ujar Wardana di laman resmi klub.

Kegiatan potong babi dan membuat penjor merupakan kegiatan rutin yang dilakukan keluarga besar Bali United setiap enam bulan sekali. Dengan terus diadakannya kegiatan tersebut diharapkan mampu menjaga tradisi tim Serdadu Tridatu yang merupakan klub yang bermarkas di Pulau Dewata. (grd)