JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Corporate Secretary BNI Kiryanto menyebutkan, volume transaksi remitansi yang dilakukan melalui BNI terus mengalami pertumbuhan. Pada akhir Kuartal I – 2018 lalu, volume transaksinya mencapai 19,14 juta Dolar AS atau meningkat 18,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalau sebesar 16,197 juta Dolar AS. Hal itu diungkapkan Kiryanto di sela-sela pasar murah sembako di Serang, Rabu (30/5).

Pasar Murah BNI Rejeki Ramadhan 1439 H tersebut digelar di Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) – Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Serang, Banten, Rabu (30/5). Hadir pada kesempatan tersebut Direktur Manajemen Risiko BNI Bob Tyasika Ananta.

Menurut Kiryanto, tingginya transaksi pengiriman uang dari para PMI di luar negeri kepada keluarganya di dalam negeri dapat terlihat dari pertumbuhan Incoming Transaction yang lebih tinggi dibandingkan Outgoing Transaction, yaitu 20,6% (pertumbuhan Incoming Transaction) dibandingkan 16,1% (Pertumbuhan Outgoing Transaction). Pertumbuhan transaksi tersebut selaras dengan pertumbuhan Penerimaan Berbasis Komisi (FBI) BNI dari transaksi Remittance yang meningkat 12%.

Ia mengatakan peningkatan transaksi remitansi melalui BNI tidak terlepas dari pengembangan layanan Smart Remittance yang dilakukan BNI, antara lain dengan meluncurkan aplikasi Mobile Remittance atau MoRe. MoRe dapat memberikan kemudahan bagi para PMI yang bekerja di luar negeri.

Pengiriman uang melalui MoRe menawarkan pilihan gaya hidup yang jauh lebih hemat, karena tarif yang termurah di Singapura yaitu SGD 5,- per transaksi. Aplikasi MoRe juga dapat diakses dimana pun sehingga akan menghemat ongkos transportasi yang harus dikeluarkan para pekerja migran dari rumah majikan menuju bank atau agen remitansi.

Selain dilaksanakan di Serang, kegiatan Pasar Murah BNI Rejeki Ramadhan 1439 H “KAMI Bersama BNI” juga telah diselenggarakan di BP3TKI Jakarta (14/5), Madura (17/5), Sukabumi (24/5), Cilacap (25/5), dan Jatibarang – Indramayu (28/5). Selanjutnya, acara serupa akan dilaksanakan di Banyuwangi (5/6), Rumah Edukasi BNI Jenggik Utara – Lombok Timur (8/6), dan Tanjung Balai Asahan – Medan (9/6).

Pada setiap Pasar Murah tersebut, BNI menyalurkan Paket Sembako senilai Rp 75.000 yang berisi gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, mi instan, kopi, teh, dan beras. Paket tersebut dapat diperoleh keluarga PMI hanya dengan membeli seharga Rp 21.000 atau diskon 72%. Angka diskon ini selaras dengan perayaan HUT ke-72 tahun BNI yang akan jatuh pada 5 Juli 2018 nanti. (son)