SOLO (Bisnis Jakarta) – Kementerian Perhubungan sebagai koordinator penyelenggaraan Angkutan Lebaran terus melakukan beberapa persiapan untuk menjamin pelaksanaan arus mudik dan balik selamat, aman, dan lancar. Salah satunya adalah dengan melakukan pemantauan kesiapan jalur mudik.

Dalam kunjungan kerjanya meninjau pembangunan jalan tol Solo-Kertosono, Jumat (1/06), Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi menyampaikan, jalan tol fungsional sudah bisa dilalui untuk mudik tapi masih minim perlengkapan jalan. “Kami imbau masyarakat yang menggunakan jalan tol fungsional tetap berhati-hati, kecepatan 40 – 60 km/jam saja,” kata Dirjen Budi.

Selain itu diinstruksikan kepada BPTD (Balai Pengelola Transportasi Darat) setempat untuk memasang rambu-rambu dan petunjuk arah, agar masyarakat tahu mau lewat mana.

Dirjen Budi melanjutkan, dari Kartosuro ke Ngawi masih fungsional tapi sudah siap semuanya artinya sudah operasional tapi belum berbayar. Sedangkan dari Ngawi ke Wilangan sudah operasional penuh.

Kemudian dibeberapa ruas jalan tol fungsional tersebut masih ditemui perlintasan jalan warga, pihaknya meminta kepada Kementerian PUPR dan Jasa Marga agar pada H-7 hingga H+7, perlintasan jalan warga tersebut ditutup aksesnya supaya tidak mengganggu kelancaran arus mudik yang melalui jalan tol fungsional tersebut. “Yang perlu diperhatikan ketika melalui jalan tol yang operasional namun belum berbayar ini adalah batas kecepatan. “Patuhi ketentuan batas kecepatan, maksimal 80 km/jam saja,” kata Dirjen Budi.

Terminal Ngawi

Ketika mengunjungi Terminal Bus Tipe A Ngawi Kertonegoro, Dirjen Budi mengatakan, Terminal Ngawi sudah siap untuk melayani arus mudik. Terkait kesiapan sarana prasarana Terminal yang setiap hari melayani kedatangan 1000 bus ini, Dirjen Budi mengatakan, pemerintah telah menganggarkan Rp 4 milyar untuk merehab ataupun memperbaiki Terminal Ngawi.

Beberapa perbaikan yang akan dilakukan diantaranya, penambahan sistem zonasi, ruang laktasi, dan fasilitas kemudahan akses untuk penyandang disabilitas. Dirjen Budi juga mengimbau agar PO Bus, menaikkan penumpang di terminal, jangan di pool masing-masing. (son)