Warung e-KTP Diluncurkan, Ribuan e-KTP Rijek di Kemang Dimusnahkan

BOGOR (Bisnis Jakarta) – Program layanan dibidang kependudukan bernama ‘Warung e-KTP’ berbasis kampus secara resmi diluncurkan, di kampus Institut Pertanian Bogor (IPB). Rabu, (30/05).

Panitia pelaksana dalam kegiatan e-KTP di kampus IPB, dari Direktorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kementrian Dalam Negri, Maharani, mengatakan bahwa program layanan Warung e-KTP berbasis kampus ini merupakan yang pertama diselenggarakan di Indonesia. “Program Warung e-KTP berbasis kampus ini merupakan bentuk komitmen pemerintah sebagaimana yang disampaikan Pak Mentri Dalam Negri, Tjahjo Kumolo saat beliau menyampaikan kuliah umumnya di kampus IPB beberapa waktu lalu. Dan Alhamdulillah pada hari ini komitmen itu terlaksana,” kata Maharani.

Melalui program Warung e-KTP berbasis kampus tersebut diharapkan, IPB dapat menjadi contoh bagi kampus lain di Indonesia dalam upaya membantu sekaligus mempermudah bagi para mahasiswanya dalam mendapatkan kartu identitas e-KTP. “Ini merupakan salah satu upaya dalam mendukung Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) tahun 2018,” jelasnya.

Program Warung e-KTP di kampus IPB tersebut diperuntukkan bagi seluruh pegawai IPB beserta keluarganya, mahasiswa, dosen dan para peneliti di IPB yang sampai sekarang belum memiliki e-KTP. “Warung e-KTP di kampus IPB ini hanya berlangsung selama dua hari, yakni hari ini dan besok (30-31/05),” ungkap Rani.

Sementar itu, di lokasi gudang penyimpanan e-KTP yang terletak di Jalan Raya Salabenda-Kemang, Desa Kemang, kabupaten Bogor pada Rabu sore, (30/05) juga terlihat kesibukan dari puluhan pegawai dan petugas Dukcapil yang saat itu terlihat begitu sibuk bekerja untuk memusnahkan ribuan lembar e-KTP gagal (rusak) yang tersimpan di lokasi gudang tersebut.

“Ada sebanyak 805 ribu e-KTP gagal atau rusak yang ada di gudang penyimpanan ini kita musnahkan dengan cara digunting seperti itu. Tujuannya agar e-KTP tersebut tidak disalah gunakan atau diasumsikan macam-macam oleh masyarakat,” tegas Sekertaris Direktorat Jendral Dukcapil, I Gede Suratman. (bas)